![]() |
| Anis Byarwati (Ketua DPP PKS, Bidang Perempuan) |
PKSTaktakan.org - Jakarta, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Perempuan, Anis Byarwati mengatakan, kader perempuan tidak tergoyahkan dengan prahara yang melanda partai beberapa waktu lalu. Menurutnya, PKS merupakan partai dakwah dan menyadari bahwa prahara yang menimpa merupakan ujian dan cobaan.
"Jadi yang kita pertanyakan bukan kenapa-kenapa, tapi apa yang harus kita lakukan setelah ujian ini datang kepada kita. Jadi lebih penguatan ke dalam, paradigma mindset kader itu kita kuatkan, bahwa ini adalah ujian dan ujian itu biasa dalam perjalanan dakwah," kata Anis kepada INILAH.COM di Semarang, Sabtu (20/4/2013).
Ia menjelaskan, dimana pun dalam dakwah akan ada ujiannya. Dia mencontohkan seperti para Nabi dan pejuang dakwah pun mengalami hal itu, sehingga kader PKS harus bangkit dari ujian. "Dan Allah membuka jalan-jalan kita untuk bangkit dan perempuan PKS juga bagian dari orang-orang yang memahami paradigma tersebut," ujarnya.
Anis mengatakan, kader PKS terbiasa dididik dengan sesuatu yang datangnya dari nilai-nilai bahwa perjuangan pasti ada sakitnya dan Allah memberikan rasa sakit itu untuk kemudian bangkit kembali.
"Jadi kalau kader PKS tidak terlalu tergoncang huru-hara seperti itu, karena kita memang mempunyai program-program berketerusan. Jadi Insya Allah kita di bawah tidak terganggu bahkan lebih kuat, ujian itu kalau menimpa kader PKS bukan menjadi lemas tapi justru membuat kita diuji dan ini tanda kemenangan akan datang," terangnya lagi.
Anis juga mengatakan, hal ini juga sesuai firman Allah bahwa memberikan ujian sisi lainnya tanda-tanda kemenangan. "Jadi lebih bangkit dan bersemangat menjalankan program-program," ucapnya. [mvi]
Sumber: http://nasional.inilah.com
![]() |
| Anis Byarwati, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Perempuan |
Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menyebutkan, hingga tahun 2010 lalu jumlah perempuan Indonesia yang belum melek huruf jumlahnya mencapai 5 juta lebih.
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Perempuan, Anis Byarwati menyatakan keprihatinan mendalam atas realita tersebut. Dibalik hingar bingar program pembangunan yang dijalankan pemerintah, ternyata masih terdapat jutaan rakyatnya yang terbelakang secara pengetahuan.
"Angka buta aksara di kalangan perempuan Indonesia masih tinggi. Kemendikbud tahun 2010 menyebutkan ada 5,3 juta perempuan Indonesia berusia diatas 15 tahun yang masih buta aksara. Angka itu jelas tidak kecil," jelas Anis dalam siaran persnya kepada okezone di Jakarta, Rabu (30/12/2011).
Menurutnya, angka tersebut boleh jadi merupakan fenomena gunung es. Artinya, dalam jumlah riil bisa jadi lebih banyak perempuan Indonesia yang buta aksara. Kondisi itu, sambung Anis, disebabkan karena banyaknya perempuan Indonesia yang terpaksa tidak sekolah atau putus sekolah. Dan kemiskinan keluarga Indonesia adalah pangkal tak mampunya perempuan Indonesia bersekolah.
Lembaga Internasional, The Australia Indonesia Basic Education Program (AIBEP) tahun 2008 menyebutkan 70 persen siswa yang tidak bersekolah disebabkan karena ketidakmampuan keuangan.
Sementara Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tahun 2009 menyebutkan, keluarga miskin masih menghadapi kesulitan untuk memenuhi biaya pendidikan, seperti biaya transportasi, buku, dan seragam sekolah.
Laporan Bappenas (2009) juga menyatakan, pada tujuan ketiga dari target sasaran. MDGs (Millenium Development Goals), yakni mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, rasio melek huruf perempuan terhadap laki-laki pada kelompok umur 15-24 tahun dilaporkan telah tercapai. Indeks Partisipasi Gender (IPG), yang menjadi salah satu indikator keberhasilan melek huruf tersebut, untuk kelompok umur 15-24 tahun hampir mendekati angka 100.
Dengan tingkat melek huruf pada kelompok perempuan sebesar 99,40 persen dan tingkat melek huruf pada laki-laki sebesar 99,55 persen. Di 15 Provinsi, tingkat melek huruf untuk perempuan dalam kelompok umur ini hanya sedikit lebih rendah dibandingkan dengan tingkat melek huruf pada laki-laki. "Data itu sungguh paradoks dengan laporan MDGs 2010," pungkas Anis. (ful) [Sumber: Muhammad Saifullah - Okezone.com]
![]() |
| Anis Byarwati, S.Ag, M.Si |
Demikian dikatakan Ketua DPP PKS Bidang Perempuan, Anis Byarwati di sela-sela Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PKS, di Hotel Grand Sahid, Jakarta. Menurut Anis, dalam setahun terakhir, PKS telah menggerakkan kader-kader perempuannya di seluruh Indonesia untuk aktif mengembangkan berbagai upaya peningkatan ekonomi keluarga, mencerdaskan, dan meningkatkan keterampilan anggota keluarga. Semua upaya itu dilakukan melalui Pos Wanita Keadilan Berbasis Ekonomi dan Pendidikan (Pos WK PPE).
Tak hanya sampai di situ, kader-kader perempuan PKS pun berkomitmen mengokohkan simpul-simpul ikatan dalam keluarga Indonesia melalui Rumah Keluarga Indonesia (RKI) yang diinisiasi dan dikembangkan bersama-sama dengan masyarakat setempat.
“PKS yakin bahwa berbagai target MDGs bisa dicapai melalui pengokohan keluarga Indonesia. Kekokohan yang dimaksud bukan sekedar kokoh secara spiritual dan mental, tetapi juga kokoh secara ekonomi, terampil, cerdas, berpendidikan, dan berdaya dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompleks”, jelas Anis.
Lebih lanjut Anis mengatakan, untuk memperkuat program-program tersebut, secara resmi akan diluncurkan melalui sebuah acara Launching Pos WK PPE dan RKI, pada Ahad, 16 Oktober 2011, di Hotel Bumi Wiyata, Depok Jawa Barat. Hadir untuk meresmikan acara itu, Presiden PKS, Luthfi Hassan Ishaq, MA; Walikota Depok, DR. Nurmahmudi Ismail dan istri; dan Ketua DPP PKS Bidang Perempuan, Anis Byarwati, S.Ag, M.Si. Acara launching tersebut juga dimeriahkan dengan aneka lomba dan seminar dengan tema “Perempuan Kreatif, Keluarga Sejahtera”.
“Kita harus optimis, bangsa ini bisa sejahtera. Dan itu harus dimulai dari keluarga”, tambah Anis.
Walaupun krisis keuangan global 2007/2008 telah menurunkan tingkat pertumbuhan ekonomi bangsa, yaitu 4-5% setelah krisis dibandingkan 5-6% sebelum krisis (Bappenas, 2010), tetapi bangsa ini tidak boleh pantang mundur. Pemerintah Indonesia secara bertahap bersama-sama masyarakat terus melakukan pembenahan dan pembangunan sebagai wujud komitmennya mencapai dunia yang lebih adil dan sejahtera.
Jakarta, 15 Oktober 2011
Anis Byarwati, S.Ag, M.Si
Ketua DPP PKS Bidang Perempuan
![]() |
| ANIS BYARWATI, S.Ag, M.Si |
TAUJIH KETUA DPP PKS BIDANG PEREMPUAN
ANIS BYARWATI, S.Ag, M.Si
Alhamdulillah, segala puji hanyalah untuk Allah SWT, Robb semesta Alam yang telah memberikan begitu banyak kenikmatan pada hamba-hambaNya. Shalawat dan salam tercurah pada kekasih Allah, Rasulullah SAW, keluarganya, sahabatnya, dan generasi penerus dakwah yang tak gentar dengan tantangan dan ujian yang dihadapinya.
Pada kesempatan ini, ada baiknya kita mengingat kembali positioning Bidang Perempuan dalam kerangka strategi dakwah akhwat (perempuan) di Indonesia. Dengan demikian, langkah, niat, dan kerja kita semakin mantap, sehingga konstribusi kita sinergis dan bermanfaat. Kita meyakini bahwa apa yang dikerjakan oleh struktur Bidang Perempuan adalah persembahan amal terbaik kita di sisi Allah SWT.
Saudariku,
kita harus ingat bahwa kita adalah kader gerakan dakwah, atau kita adalah abna’ul haroqah, sebelum segala sesuatunya. Kita adalah putera-putera harokah ini. Artinya, walaupun kita berbaju Partai Keadilan Sejahtera tetapi tidak sedikitpun mengubah esensi kita sebagai gerakan dakwah. Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa semua amal haruslah bernilai ibadah. Dan sebuah amal tidaklah bisa disebut sebagai ibadah jika amal itu tidak memenuhi syarat sebagai amal Islami. Dengan demikian, saudariku sekalian, apapun yang kita lakukan dalam struktur Bidang Perempuan, dari mulai merencanakan program hingga melaksanakannya haruslah bisa dikategorikan sebagai amal Islami. Kondisi itu, menuntut kita untuk melaksanakan seluruh kegiatan sedekat mungkin dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah.
Selain itu, dalam beraktivitas kita harus memahami dan berkomitmen bahwa sejak awal seluruh aktivitas kita harus bebas dari kepentingan-kepentingan selain meraih ridho Allah. Hal ini bermakna bahwa kepentingan kita hanyalah satu, yaitu meraih ridho Allah. Kita harus all out dalam mengerjakan semua tanggung jawab dan amanah kita di Bidang Perempuan. Karena kita menginginkan di akhirat nanti Allah melihat amal-amal kita tidak ada yang tercemari dengan kepentingan lain kecuali meraih ridhoNya. Rasululah pernah bersabda tentang apa itu Fiisabilillah kaitannya dengan jihad. Diriwayatkan oleh Abu Musa Al Asy’ari yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim dalam haditsnya, Rasulullah mendefinisikan fisabilillah, Beliau mengatakan, Barangsiapa berjihad, barangsiapa berperang agar kalimat Allah tetap tinggi , lillaahi kalimatillah, itulah fiisabilillah”.
Saudariku,
Tentunya kita ingin agar semua langkah kita dalam merealisasikan amanah di Bidang Perempuan ini diperhitungkan Allah sebagai fiisabilillah. Oleh karena itu, setiap melakukan kegiatan, baik dalam struktur Bidang Perempuan, ataupun dalam kegiatan yang lain, selalu kita hujamkan dalam diri kita bahwa ini tidak lain hanyalah untuk meraih ridho Allah. DO OUR BEST agar Allah berbangga dengan amal-amal kita.
Berkaitan dengan ini, Bidang Perempuan telah mencanangkan bahwa kita ikut serta dalam pembangunan karakter bangsa yaitu membangun karakter perempuan Indonesia menjadi SHOLIHAT, CERDAS, dan BERDAYA GUNA
SHOLIHAT adalah menyiapkan kader dan perempuan Indonesia agar mampu menjadi istri dan ibu yang sholihat. Arah SHOLIHAT itu adalah menjadi perempuan yang sholihat, menjadi istri, ibu, atau anak perempuan yang betul-betul mampu menjadikan rumahnya, suaminya, anaknya, keluarganya, keluarga besarnya, bahkan asisten rumah tangganya sebagai anak-anak panah dakwah yang siap untuk dilesatkan. Dan kerja-kerja seperti ini, di struktur Bidang Perempuan menjadi tugas dan tanggung jawab dari Departemen Ketahanan Keluarga.
Kemudian CERDAS, bermakna berwawasan luas. Yaitu menjadikan kader dan perempuan Indonesia memiliki pengetahuan luas, berwawasan global, dan universal. Perempuan Indonesia mampu mengokohkan nilai-nilai dalam setiap langkahnya, tidak mudah dibodohi, tidak mudah dirasuki oleh pemikiran-pemikiran yang tidak sejalan dengan keyakinan-keyakinan religiusnya. Karakter cerdas ini menjadi fokus dan tugas dari Departemen Kajian Perempuan, Anak dan Keluarga.
Karakter ketiga yang ingin kita bentuk adalah BERDAYA GUNA. Menjadikan perempuan PKS dan perempuan Indonesia mampu mengoptimalkan potensinya dan kokoh di setiap medan amal yang dipilih sesuai kemampuan, minat, kecenderungan, dan daya dukungnya. Dengan karakter ini Bidang Perempuan PKS mendorong perempuan Indonesia untuk berperan dan berkiprah di berbagai sektor, baik di sektor publik maupun di sektor private/swasta (wiraswasta, dan lainnya), atau di sektor ketiga (LSM, yayasan, dan lainnya). Khusus untuk kader perempuan PKS, Struktur Bidang Perempuan, mendorong kader perempuan PKS menyebar di seluruh sektor yang ada di lapisan masyarakat. Melalui dorongan ini diharapkan Insya Allah tidak ada satu ruang pun di masyarakat melainkan di sana ada kader perempuan PKS yang kokoh berkonstribusi. Dengan demikian, kader perempuan PKS dapat memilih perannya sesuai dengan daya dukungnya, kecenderungannya, atau amanah yang diberikan oleh struktur.
Terakhir saudariku sekalian,
Sesungguhnya, kerja-kerja yang ada kita lakukan ini adalah adalah manifestasi kita dari dua hal. Pertama, manifestasi dari rasa syukur kita pada Allah SWT dan kedua adalah manifestasi dari komitmen kita kepada dakwah. Demikian semoga bermanfaat. Semoga kerja-kerja kita mendapat apresiasi dari Allah, Rasululloh, dan orang-orang beriman. Billahi taufiq wal hidaayah, Wassalamu’alaikum warahmatu Llahi wa barakaatuh.
Sumber: http://pk-sejahtera.org/
![]() |
| Anis Byarwati, Ketua DPP Bidang Perempuan PKS |
Jika ditelusuri lebih lanjut, banyak faktor pendukung kekokohan keluarga yang belum sepenuhnya didapat oleh keluarga Indonesia. Masalah ekonomi, misalnya, masih banyak keluarga Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan. BPS menyebutkan angka kemiskinan 2010 tidak banyak berubah dibandingkan 2009, yaitu 14,15%. Pembekalan calon pasangan yang akan menikah terhadap materi bagaimana membentuk keluarga yang solid, kokoh, sakinah mawaddah warahmah juga masih minim. Dirjen Bimas Islam Departemen Agama Nazaruddin Umar menyebutkan bahwa di Indonesia hanya 7 menit pasangan yang hendak menikah mendapatkan nasehat perkawinan, itu pun dilakukan saat berhadapan dengan penghulu. Bandingkan dengan di Eropa, pasangan yang hendak menikah mendapatkan nasehat perkawinan setara dengan kuliah satu semester.
Tak dipungkuri, lemahnya institusi keluarga telah menimbulkan permasalahan lain, seperti meningkatnya remaja yang melakukan seks bebas. Survei yang dilakukan BKKN pada akhir 2008 menunjukkan 63% remaja di beberapa kota besar di Indonesia telah melakukan seks pranikah. Penelitian lain yang dilakukan oleh seorang ginekolog juga menyebutkan bahwa 42,3% remaja SMP dan SMU di Jawa barat melakukan hubungan seks pertama kali saat di bangku sekolah menengah. Mereka melakukannya berdasarkan rasa saling suka tanpa paksaan. Kondisi itu, tak pelak lagi juga dipengaruhi oleh maraknya pornografi. Sangat menyesakkan jika kita mengamati betapa pornografi telah menyerang keluarga dan anak-anak Indonesia. Tak pandang bulu, pornografi bisa menjebak siapa saja. Data mencatat 12% situs di dunia mengandung pornografi. Setiap hari 266 situs porno baru muncul dan kini ada sekitar 372 juta halaman website mengandung pornografi. Pengguna internet yang melihat pornografi tercatat, 28.258 pengguna. Selain itu, rapuhnya ikatan keluarga juga menjadi salah satu faktor terjerat remaja dalam jaring narkoba. Diperkirakan 14 ribu (19%) remaja Indonesia menggunakan narkoba. Menyedihkan!
“Kondisi di atas tentunya sangat memprihatinkan. Bagaimana Indonesia bisa menjadi negara kokoh, kuat, dan eksistensinya dihargai oleh dunia internasional jika sel pertama dalam masyarakat, yaitu keluarga, tak memiliki lingkungan dan daya dukung untuk kokoh dan kuat?”, kata Anis Byarwati, Ketua DPP Bidang Perempuan Partai Keadilan Sejahtera miris. Melihat fakta dan data tersebut, dan dalam rangka memaknai milad PKS ke-13 dan Hari kartini 2011, Bidang Perempuan DPP Partai Keadilan Sejahtera terpanggil untuk mengajak semua pihak memperhatikan persoalan ini. “Mari kita bergandengan tangan dan menguatkan komitmen untuk mengokohkan keluarga Indonesia, kita mencintai negeri ini maka kita harus mencintai keluarga Indonesia, karena dari kekokohan keluarga lah terbentuk negara yang kokoh”, demikian ajak Anis.
Sumber: http://pk-sejahtera.org






