JAKARTA - Calon gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut 4, Hidayat Nur Wahid, pada hari kedua kampanye terbuka menyambangi Pasar Gembrong Lama, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa. Dengan mengenakan batik khasnya yang berwarna oranye, mantan Ketua MPR beserta rombongan tim pemenangannya datang menyambangi Pasar Gembrong Lama.
Hidayat kemudian berkeliling pasar dengan naik motor roda tiga yang biasanya digunakan untuk mengangkut barang-barang di pasar. Pada kesempatan itu, Hidayat juga sempat berbincang-bincang dengan beberapa pengunjung pasar yang terlihat antusias menyambut kedatangannya.
Hidayat juga berjanji akan lebih sering mengunjungi pasar-pasar tradisional jika ia terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 11 Juli mendatang. Selain Pasar Gembrong, Hidayat juga sempat menyambangi pasar Johar Baru yang terletak di Jalan Percetakan Negara II, Jakarta Pusat.
Di pasar Johar Baru, Hidayat juga berbincang dengan sejumlah pedagang, pembeli, tukang becak, tukang sampah dan warga sekitar. Selain itu, Hidayat juga terlihat membagi-bagikan kaos putih-oranye yang menampilkan wajah Hidayat dan calon wakilnya Didik J Rachbini.
Iringan ondel-ondel yang menjadi simbol kota Jakarta juga menemani kunjungan Hidayat pada kesempatan tersebut. [Sumber: Didi Purwadi/republika.co.id]
Jakarta - Sekitar dua ribu warga Jakarta Barat memadati GOR Lokasari Jalan Mangga Besar VII, Jakarta Barat. Mereka mendatangi GOR itu untuk berpartisipasi dalam kampanye awal pasangan Cagub DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini.
Ribuan warga yang berasal dari delapan Kecamatan yang ada di Jakarta Barat, yakni Taman sari, Tambora, Kebon Jeruk, Kembangan, Grogol-Petamburan, Palmerah, Cengkareng dan Kalideres.
Kehadiran ribuan massa yang memadati GOR Loka Sari pada Senin (25/6/2012) tersebut bukanlah tanpa alasan. Mereka datang dalam rangka memeriahkan kampanye terbuka calon Gubernur DKI Jakarta nomor 4 yakni Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini.
Warna orange yang menjadi ikon kampanye Hidayat-Didik pun menghiasi pemandangan di dalam maupun di luar GOR. Warna yang menjadi kebanggaan masyarakat Jakarta tersebut semakin lengkap dengan kehadiran ratusan suporter setia tim sepak asal Ibu Kota, Persija, yakni Jakmania.
Seperti diketahui sebelumnya, Hidayat menjanjikan membangun stadion untuk tim kesayangan Jakmania, yakni Persija Jakarta. Mendengar janji itu, suporter loyalis itu pun juga tampak serius membantu pemenangan Hidayat-Didik dalam Pemilukada 2012 ini.
Kemeriahan kampanye terbuka pertama pasangan Cagub Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini, dilengkapi dengan aksi tim barongsai Tambora. Dua barongasai berwarna merah dan kuning itu menambah semaraknya kampanye dengan mempertunjukkan aksi heroik di depan 2.000 masa yang hadir.[bay]
[Sumber: Ahmad Farhan Faris/inilah.com]
Jakarta - Warga Jakarta menyambut baik program pasangan cagub dan cawagub nomor 4, Hidayat Nur Wahid- Didik J Rachbini tentang pembangunan WC publik gratis dan bersih.
Yani (32), salah satu pengunjung Pasar Senen, Jakarta Pusat mengatakan seharusnya pemerintah menyediakan fasilitas untuk publik yang tanpa biaya. "Iya saya setuju kalau ada program yang ingin menggratiskan toilet umum di setiap terminal dan pasar, masak di pom bensin saja bisa gratis," kata Yuni saat ditemui di Terminal Bus Senen, Jakarta, Selasa, (26/6/2012).
Hal senada dikemukakan Indah (20) saat ditemui secara terpisah bahwa dirinya mendukung kalau memang ingin diadakan program WC Umum gratis. "Setujulah siapa sih yang ga mau, asal terjamin kuantitas dan kualitasnya," tutur Indah.
Dijelaskan oleh Indah, hal yang terpenting yaitu perihal kebersihan. "Kalo saya sih ya, menggarisbesarkan soal bersihnya. Kalau memang kualitas kebersihan dan kenyamanannya dinomorsatukan, masyarakat juga enggak masalah dikenakan biayanya.. Apalagi di terminal sama pasar, itu kan jauh dari kata 'bersih' dan 'nyaman'," jelasnya kembali.
Menurutnya, lanjut Indah, sepanjang penglihatannya beberapa WC Umum baik di pasar maupun terminal itu kurang nyaman. "Sebab, terkadang ada yang satu WC itu dicampur untuk perempuan dan pria. Risih kan, udah gitu kurang dijaga kebersihannya juga. Ya namanya juga fasilitas umum," imbuh Indah. [mah]
[Sumber: Ahmad Farhan Faris/inilah.com]
JAKARTA - Hidayat Nurwahid menjanjikan gaji rutin kepada Ketua RT dan RW di seluruh Jakarta. Menurut Calon Gubernur DKI itu, saat ini ada ketidakadilan yang dialami para ketua RT/RW.
"Gubernur gajinya bulanan, masa RT/RW tiga bulan sekali, itu sama sekali tidak adil," kata Hidayat di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (26/6/2012).
Hidayat mengungkapkan ketidakadilan itu harus dikoreksi sehingga Ketua RT/RW mendapat gaji setiap bulannya. Mantan Ketua MPR itu akan menaikkan pendapatan Ketua RT dari Rp 600 ribu menjadi Rp 1juta. Sedangkan Ketua RW dari Rp 800 ribu menjadi Rp 1.250.000.
"Gubernur gajinya bulanan RT/RW pun dana operasionalnya harus bulanan. Itu yang akan kami kerjakan dengan cara itu politik akan menghadirkan kesejahteraan kebaikan bagi warga Jakarta," tuturnya.
Hidayat yang berdampingan dengan Didik J Rachbini itu mengatakan dirinya akan menghadirkan Jakarta yang cerdas dengan transparansi anggaran. Pasalnya, saat ini, lanjut Hidayat, warga tidak mengetahui anggaran tersebut.
"Itu (anggaran) harus kita buka supaya warga mendapat keuntungan dari belanja daerah," tukasnya.
[Sumber: Ferdinand Waskita/Tribunnews.com]
Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid mengatakan siapa pun yang melakukan intimidasi kepada calon tertentu dalam Pilkada DKI Jakarta sungguh telah menciderai demokrasi dan itu sebagai kejahatan yang tak boleh diacuhkan.
“Hal seperti itu tidak bisa dibiarkan, pokoknya kejahatan terhadap demokrasi ini harus dihentikan. Siapa pun pelakunya,” kata Hidayat melalui Pres Releasenya yang diterima INILAH.COM, Jakarta, Senin (4/6/2012).
Dikatakan oleh Hidayat, terkait diduganya oknum TNI yang terlibat dalam aksi intimidasi itu, dirinya menyayangkan di mana ia juga anggota Komisi Pertahanan dan Keamanan DPR.
"Kan TNI itu adalah alat negara bukan alat kelompok atau orang perorang yang bisa digunakan untuk kepentingan kelompok apalagi individu," terangnya.
Menurutnya, lanjut Hidayat, apa yang telah dilakukan oleh oknum TNI yang ikut-ikutan melakukan intimidasi hanya memperburuk citra Tentara Nasional Indonesia. Padahal, TNI sudah mereformasi diri menjadi institusi membela negara yang profesional.
“Jadi, tindakan oknum tersebut sangat jauh dari nilai-nilai profesional. Oleh karena itu, oknum seperti itu harus diberi tindakan yang tegas sebab sangat jelas hal itu mencoreng institusi TNI,” tegas Hidayat.
Konon era sudah berubah, saat ini bukan lagi zamannya memamerkan arogansi, mengadu fisik serta menakuti-nakuti masyarakat dengan aksi premanisme. “Ya apalagi sampai memamerkan senjata api, sudah jelas itu tindakan yang amat sangat patut disayangkan bisa terjadi di Indonesia, khususnya Jakarta,” imbuhnya kembali.
Maka dari itu, Hidayat mengajak semua kandidat dalam Pilkada DKI Jakarta untuk menciptakan suasana yang kondusif. Persaingan bukan berarti permusuhan di mana satu sama lainnya harus saling menjatuhkan, menyerang, bahkan melemparkan fitnah-fitnah keji ke masyarakat.
Pilkada Jakarta seharusnya bisa dijadikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat DKI Jakarta khususnya, dan Indonesia umumnya. "Bukan justru sebaliknya menjadi contoh buruk bagi praktek demokrasi di Indonesia. Maka dari itu semua pihak yang terlibat dalam Pilkada DKI Jakarta harus secara bersama-sama menjaga suasana agar tetap kondusif," tutur Hidayat.
Sebelumnya telah terjadi aksi intimidasi terhadap relawan Hidayat Didik, yang tengah memasang banner dan spanduk di wilayah RW 07, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara, Sabtu (2/6) malam lalu.[dit]
[Sumber: inilah.com].
Jakarta - Ketua Pokja Kampanye KPU Provinsi DKI Jakarta Suhartono mengatakan pihaknya sudah membagi lokasi dan jadwal kampanye untuk seluruh pasangan calon Gubernur DKI Jakarta yang akan dilaksanakan dari tanggal 24 Juni sampai 7 Juli 2012 nanti.
Menurutnya, metode pembagiannya sudah diusulkan kepada seluruh tim sukses enam pasan calon dan seluruhnya setuju dengan usul tersebut. "Kami mengusulkan kemudian yang berbeda pendapat kami mencoba cari jalan keluar dan pada akhirnya pasangan calon bisa menerima apa yang disampaikan KPU DKI," ujar Suhartono di KPU DKI Jalan Budi Kemuliyaan, Jakarta, Senin, (4/6/2012).
Dirinya menegaskan kalau seluruh pasangan sudah sepakat dan tidak ada lagi ada persoalan. "Jadi tinggal teknis untuk lokasi saja pada tanggal 3, 4, 5, 6 Juli 2012 satu zona ada tiga pasangan yang berkampanye. Pasangan calon membutuhkan pembagian yang lebih teknis lagi di mana mereka harus berkampanye. Untuk menghindari pertemuan dekatnya lokasi dengan pasangan lain, kita akan bahas teknis kembali pada tadi Senin pekan depan," terangnya.
Berikut jadwal dan lokasi kampanye enam pasang cagub dan cawagub:
- 23 Juni 2012 agenda Deklarasi Kampanye Damai di seluruh wilayah Jakarta termasuk Kepulauan Seribu dan untuk enam pasang calon.
- 24 Juni 2012 kegiatan Penyampaian Visi dan Misi Seluruh Pasangan Calon di seluruh wilayah.
- 30 Juni 2012 merupakan agenda Rapat Umum Pasangan Nomor Urut 1 dan Nomor Urut 2.
- 1 Juli 2012 kegiatan Rapat Umum Pasangan Nomor Urut 3 dan Nomor Urut 4,
- 7 Juli 2012 agenda Rapat Umum Pasangan Nomor Urut 5 dan Nomor Urut 6 dan,
- 8-10 Juli 2012 keterangan Hari Tenang Pembersihan Alat Peraga.
1. Lokasi dan waktu kampanye pasangan Nomor Urut 1 yakni Fauzi Bowo bersama Nachrowi Ramli:
Kepulauan Seribu tanggal 25 Juni 2012. Jakarta Utara tanggal 2 Juli 2012. Jakarta Pusat tanggal 29 Juni 2012. Jakarta Barat tanggal 28 Juni 2012. Jakarta Selatan tanggal 27 Juni 2012 dan Jakarta Timur tanggal 26 Juni 2012.
2. Lokasi dan waktu kampanye pasangan nomor urut 2 yakni Hendardji Supandji dengan Riza A Patria:
Kepulauan Seribu tanggal 26 Juni 2012. Jakarta Utara tanggal 25 Juni 2012. Jakarta Pusat tanggal 2 Juli 2012. Jakarta Barat tanggal 29 Juni 2012. Jakarta Selatan tanggal 28 Juni 2012 dan Jakarta Timur tanggal 27 Juni 2012.
3. Lokasi dan waktu kampanye pasangan Nomor Urut 3 yaitu Joko Widodo dengan Basuki T Purnama:
Kepulauan Seribu tanggal 27 Juni 2012. Jakarta Utara tanggal 26 Juni 2012. Jakarta Pusat tanggal 25 Juni 2012. Jakarta Barat tanggal 2 Juli 2012. Jakarta Selatan tanggal 29 Juni 2012 dan Jakarta Timur tanggal 28 Juni 2012.
4. Lokasi dan waktu kampanye pasangan Nomor Urut 4 yakni Hidayat Nur Wahid bersama Didik J Rachbini:
Kepulauan Seribu tanggal 28 Juni 2012. Jakarta Utara tanggal 27 Juni 2012. Jakarta Pusat tanggal 26 Juni 2012. Jakarta Barat tanggal 25 Juni 2012. Jakarta Selatan tanggal 2 Juli 2012 dan Jakarta Timur tanggal 29 Juni 2012.
5. Lokasi dan waktu kampanye pasangan Nomor Urut 5 yakni Faisal Basri bersama Biem Benyamin:
Kepulauan Seribu tanggal 29 Juni 2012. Jakarta Utara tanggal 28 Juni 2012. Jakarta Pusat tanggal 27 Juni 2012. Jakarta Barat tanggal 26 Juni 2012. Jakarta Selatan tanggal 25 Juni 2012 dan Jakarta Timur tanggal 2 Juli 2012.
6. Lokasi dan waktu kampanye pasangan Nomor Urut 6 yaitu Alex Noerdin dengan Nono Sampono:
Kepulauan Seribu tanggal 2 Juli 2012. Jakarta Utara tanggal 29 Juni 2012. Jakarta Pusat tanggal 28 Juni 2012. Jakarta Barat tanggal 27 Juni 2012. Jakarta Selatan tanggal 26 Juni 2012 dan Jakarta Timur tanggal 25 Juni 2012.
Untuk masa kampanye tanggal 3 sampai 6 Juli 2012 satu lokasi itu diisi dengan 3 pasang calon sekaligus di mana dalam hal ini diberi kode Zona A dan Zona B. Untuk kategori Zona A itu meliputi wilayah Jakarta Utara, Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu. Sedangkan untuk kategori Zona B itu meliputi Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.
1. Zona A:
Tanggal 3 Juli 2012 untuk kampanye pasangan Nomor Urut 1, 2 dan 3. Tanggal 4 Juli 2012 untuk kampanye pasangan Nomor Urut 4, 5 dan 6. Tanggal 5 Juli 2012 untuk kampanye pasangan Nomor Urut 1, 2 dan 3. Dan tanggal 6 Juli 2012 untuk kampanye Nomor Urut 4, 5 dan 6.
2. Zona B:
Tanggal 3 Juli 2012 untuk kampanye pasangan Nomor Urut 4, 5 dan 6. Tanggal 4 Juli 2012 untuk kampanye pasangan Nomor Urut 1, 2 dan 3. Tanggal 5 Juli 2012 untuk kampanye pasangan Nomor Urut 4, 5 dan 6. Dan tanggal 6 Juli 2012 untuk kampanye Nomor Urut 1, 2 dan 3. [dit]
[Sumber: inilah.com].
Jakarta Relawan dari pasangan calon gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nur Wahid-Didiek Rachbini, mengalami intimidasi saat menyebarkan poster jagoan mereka di daerah Rawa Badak, Jakarta Utara, Sabtu (2/6). Namun hal tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
"Salah paham biasa saja, sudah clear sekarang. Tidak ada laporan ke kepolisian karena sudah diselesaikan kekeluargaan saja," kata anggota DPRD DKI Jakarta dari PKS, Tubagus Arif, pada detikcom, Minggu (3/6/2012).
Tubagus merupakan pemilik rumah yang menjadi posko pendukung Hidayat-Didiek di daerah tersebut. Rumah Tubagus tidak luput dari aksi premanisme yang melarang pemasangan poster dan banner Hidayat-Didiek.
Tubagus menambahkan kejadian yang dikarenakan salah paham tersebut menghasilkan kesepakatan soal pemasangan atribut calon gubernur dalam pilkada DKI. Kesepakatan tersebut terkait dengan daerah yang diperkenankan dan tidak diperkenankan dalam memasang atribut pilkada.
"kesepakatan saja, cuman daerah situ saja. Ini biasa saja," jelasnya.
Kejadian intimidasi tersebut terjadi Sabtu malam di daerah Rawa Badak, berikut kejadiannya berdasarkan rilis yang diterima detikcom dari tim Hidayat-Didiek, Minggu (3/6):
Relawan Hidayat-Didiek yang tengah memasang spanduk dan banner di daerah RW 07, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara, Sabtu (2/5) malam di datangi oleh sejumlah oknum berambut cepak yang diduga menjadi beking seorang pengusaha besi tua di kawasan itu. Mereka meminta sejumlah relawan yang tengah memasang spanduk dan banner pasangan Hidayat-Didiek untuk menurunkan semua spanduk dan banner yang sudah dipasang.
Alasan mereka, tidak ada izin dari RT/RW setempat. Namun, ketika dijawab bahwa tidak ada aturan yang mengharuskan adanya izin dari RT/RW, sejumlah pria berambut cepak tersebut marah dan mengancam akan mematahkan kaki para relawan. Nyatanya, banner dan spanduk kandidat lain tidak pernah diusik, pemasangannya tidak ada izin dari RT/RW setempat.
Selanjutnya, relawan Hidayat-Didiek kembali ke posko, tapi ternyata sekelompok orang suruhan pengusaha besi bekas tersebut tidak puas. Mereka mendatangi posko relawan, yang juga rumah anggota DPRD DKI Jakarta dari PKS, Tubagus Arif. Atas perintah pengusaha besi tua yang ikut menyerbu posko relawan tersebut, mereka melepasi banner yang terpasang di tiang depan rumah Tubagus.
Sang pengusaha mendatangi para relawan yang berkumpul di dalam rumah Tubagus Arif. Ia menantang dan mencengkram baju salah seorang relawan hingga bajunya sobek, juga mengangkat tangan hendak memukul salah seorang relawan. Namun, situasi dapat dikendalikan sehingga tidak sempat terjadi keributan. Tak berapa lama pengusaha dan para pembekingnya pun meninggalkan posko. Di perjalanan mereka mencopoti banner Hidayat-Didiek.
Namun sang pengusaha yang dipanggil 'Si Bos' ini ternyata belum puas. Ia menyuruh seorang oknum TNI yang menjadi bekingnya untuk memanggil salah seorang relawan, Nurdiansyah. Dengan harapan persoalan bisa segera tuntas, Nurdiansyah dan sejumlah relawan mendatangi rumah 'Si Bos'. Dalam pertemuan, 'Si Bos' memaksa agar relawan Hidayat-Didiek meminta maaf kepadanya, dan mengatakan, “Untung tidak saya siram pake ini,” seraya menunjukkan senjata api. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh pengurus RW, yang sejak kejadian lebih banyak diam ketimbang menengahi keributan.
Sedangkan, ketua tim advokasi Hidayat-Didiek, Zainuddin Paru, menyatakan arogansi dan aksi premanisme seperti itu tidak bisa dibenarkan dan hanya akan mencederai demokrasi. Ia mengharapkan Pilkada berlangsung dengan aman, tertib, jujur, dan adil. Paru menilai aksi yang dilakukan oleh pengusaha di Rawa Badak dan oknum TNI itu berlawanan dengan prinsip-prinsip demokrasi.
(vid/mpr)
[Sumber: detik.com].
Jakarta - Terkait penodongan pistol terhadap relawan pasangan Cagub/Cawagub Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini oleh seseorang yang diduga oknum TNI, Ketua Tim Advokasi Hidayat-Didik, Zainuddin Paru, mengaku akan menempuh jalur hukum.
Zainuddin menegaskan, arogansi dan aksi premanisme tidak dibenarkan dalam proses Pemilukada DKI Jakarta. "Arogansi hanya akan mencederai demokrasi. Kita mengharapkan Pilkada berlangsung dengan aman, tertib, jujur, dan adil," kata Zainuddin, Minggu (3/6/2012) malam.
Menurutnya, kasus penodongan senjata api yang dialami relawan Hidayat-Didik oleh oknum yang diduga TNI di Rawa Badak, Jakarta Utara, berlawanan dengan prinsip-prinsip demokrasi.
Zainuddin mengatakan akan menempuh jalur hukum untuk menghentikan aksi premanisme seperti itu. Oknum TNI yang terlibat juga akan dilaporkan ke pihak yang berwenang. "Kita akan mengirim surat ke Panglima TNI. Meminta agar TNI netral dalam Pilkada DKI Jakarta," tambahnya.
Seperti diketahui, relawan pasangan Cagub dan Cawagub, Hidayat-Didik diancam akan dihabisi dengan menggunakan senjata api saat memasang spanduk dan banner di daerah RW 07, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara pada Sabtu (2/6/2012) malam.[dit]
[Sumber: inilah.com].
![]() |
| Hidayat - Didik |
Mereka menyatakan siap untuk memenangkan pasangan nomor urut 4 tersebut. "Mereka juga akan membantuk basis relawan Hidayat-Didik hingga tingkat RT," ujar Ketua Tim Pemenangan Hidayat-Didik, Triwisaksana, yang akrab disapa Bang Sani, Minggu (3/6/2012) di Jakarta.
Acara deklarasi berlangsung di rumah salah seorang warga di bilangan Bintaro, Jakarta Selatan, dan dihadiri lebih dari 500 perwakilan masyarakat kelas bawah di seluruh DKI Jakarta. Acara diawali dengan pentas seni yang dilanjutkan dengan sambutan Ketua Kawah DKI Jakarta Ibrahim.
Menurut Ibrahim, Hidayat dan Didik adalah tokoh yang bersih dan amanah yang layak dipilih untuk memimpin Jakarta. "Sampai saat ini di mata kami Hidayat-Didik adalah tokoh yang bersih. Kami ibaratkan sebagai sapu yang layak membersihkan kotoran-kotoran yang ada di bawah. Mulai dari atasnya yang bersih lalu terus ke bawahnya bersih sehingga bisa mewujudkan keinginan-keinginan di masyarakat, sehingga para birokrat-birokrat ini nantinya adalah pemimpin-pemimpin yang amanah," paparnya.
Ibrahim menjelaskan, Kawah merupakan organisasi sosial yang sudah berdiri sejak tahun 2008 dan mempunyai jaringan di tingkat kelurahan di seluruh Jabodetabek. Kawah terdiri dari berbagai organinasi masyarakat dan politik yang memiliki kepedulian terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat dan bertekad untuk memperjuangkannya.
"Kita akan berjuang hingga ada perubahan di masyarakat. Dan alhamdulillah saya bertemu dengan Pak Sani sebagai Ketua Badan Legislasi Daerah yang langsung merespon aktivitas kami. Insya Allah kita bisa bekerja sama untuk mensosialisasikan produk-produk aturan perundang-undangan yang dibuat dalam rangka melindungi masyarakat," ungkap Ibrahim.
Acara deklarasi dimeriahkan dengan berbagai kesenian yang dimainkan anggota Kawah, di antaranya qasidah dan orkes yang menendangkan lagu-lagu Jakarta. Acara juga dimeriahkan dengan kesenian ondel-ondel.
[Sumber: kompas.com].
![]() |
| Komunitas Indonesia di Belanda |
Amsterdam Kelompok yang menamakan diri Komunitas Indonesia di Belanda menyampaikan deklarasi dukungan untuk pasangan cagub-wagub DKI Dr. Hidayat Nurwachid-Prof. Dr. Didik J. Rachbini.
Deklarasi disampaikan dalam sebuah manifestasi terbuka di depan marketing campaign I Amsterdam, Museumplein, Amsterdam, Minggu (3/6/2012) hari ini pukul 11.00 sampai 13.00 waktu setempat.
"Kami komunitas warga negara Indonesia di Belanda mendukung pasangan Hidayat-Didik. Pasangan Hidayat-Didik satu-satunya pasangan tepat untuk memimpin DKI Jakarta saat ini," demikian dibacakan koordinator aksi Dedi Sjamsudin di depan seratusan massa dari Amsterdam, Groningen, Wageningen, Delft, Den Haag dan Utrecht.
Dalam konsideran disebutkan bahwa karena kompleksitas DKI Jakarta, maka diperlukan Gubernur dan Wakil Gubernur yang tidak saja paham masalah Jakarta dan mengetahui pemecahannya juga harus berkarakter dan berintegritas, yang bisa dijadikan suri teladan bagi segenap birokrasi dan seluruh lapisan masyarakat.
Peranan DKI Jakarta sangat penting, oleh karena itu DKI harus dikelola secara profesional, bersih dan berkeadilan sehingga tidak saja tercipta rakyat berkemakmuran, tetapi juga tersedia fasilitas-fasilitas publik yang memudahkan seluruh lapisan rakyat hidup dan berkarya.
Selain itu DKI Jakarta bukan saja milik warga Jakarta tetapi milik semua warga negara Indonesia di mana saja berada, sekaligus barometer bagi ratusan kota lainnya di Indonesia.
Atas pertimbangan-pertimbangan itu deklarasi mengimbau masyarakat untuk mantap memilih pasangan yang tepat dan mengawal terlaksananya pilkada jurdil dengan output terpilihnya pasangan yang dapat mewujudkan harapan warga Jakarta.(es/es)
[Sumber: Eddi Santosa/detik.com].
JAKARTA - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta berlomba-lomba mendapatkan dukungan dari berbagai komunitas. Kini, pasangan yang diusung PKS, Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini kembali didukung oleh Komunitas Masyarakat Indonesia Timur yang bertempat tinggal di Jakarta.
"Ini bentuk dukungan moral sekaligus dukungan Indonesia Timur dengan ribuan anggota yang menjadi Jakarta dan mendukung nomor 4 (pasangan Hidayat-Didik)," kata Bupati Halmahera Selatan, Muhammad Kasuba di Hidayat-Didik Center, Jakarta, Minggu (3/6/2012).
Dalam acara tersebut Komunitas Masyarakat Indonesia Timur terdiri dari warga yang berasal dari Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Muhammad Kasuba mengatakan pihaknya memilih pasangan Hidayat-Didik karena sudah teruji dengan integritas yang kuat. Masyarakat Indonesia Timur juga menginginkan kehidupan yang damai.
"Keluarga kami di Jakarta bisa lebih baik dan tidak ada ancaman," kata Muhammad. Ia pun berharap Hidaya-Didik dapat memenangkan Pilkada DKI Jakarta agar perubahan di Jakarta tercapai. Muhammad mengaku secara presentasi masyarakat Indonesia Timur yang tinggal di Jakarta tidak seberapa. Namun akan menjadi efektif karena anggota mereka sering berkonsolidasi dengan komunitas lainnya. Komunitas Masyrakat Indonesia Timur kemudian membaca deklarasi dukungan terhadapa pasangan Hidayat-Didik.
Sementara Hidayat Nur Wahid mengaku dirinya tidak mengumpulkan berbagai komunitas untuk mendukung pasangan yang diusung PKS itu. Sebelumnya, Mantan Ketua MPR itu mengaku telah mendapatkan dukungan dari komunitas warga Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sunda, Jawa dan Madura. Bahkan warga Jakarta yang tinggal di Inggris, Jepang dan Saudi Arabia juga telah menyatakan dukungannya..
"Saya tidak mengumpulkan tetapi secara swadaya, inisiatif dari rekan-rekan semuanya, ini bahkan mirip ketika saya tidak mencalonkan menjadi Gubernur DKI tapi dicalonkan jadi demokrasi bisa tumbuh dari bawah," kata Hidayat.
Menurut Hidayat, harapan berbagai komunitas tersebut adalah ingin menjadikan Jakarta yang sejatera dan maju.
"Mereka yang menginginkan warga Jakarta itu tidak gini-gini saja selama ratusan tahun dengan APBD kini mencapai Rp36 Triliun," pungkasnya.
[Sumber: Ferdinand Waskita/Tribunnews.com].
JAKARTA - Calon Gubernur DKI Hidayat Nurwahid meresmikan Rumah Keluarga Indonesia di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang digelar PKS.
Acara diawali dengan jalan sehat yang diikuti oleh 200 peserta yang berasal dari kader PKS dan warga sekitar.
"Kamijuga melakukan acara temu tokoh masyarakat dan kemudian kegiatan launching," ujar Ketua DPC PKS Cilandak Syahfrullah kepada Tribun di lokasi, Jakarta, Minggu (3/6/2012).
Syahfrullah mengatakan Rumah Keluarga Indonesia akan memberikan pendidikan kader dan masyarakat mengenai pentingnya keluarga. Selain itu, PKS juga memberikan pengobatan gratis kepada warga sekitar.
"Kita berikan layanan cek gula darah gratis," imbuhnya.
Hidayat Nurwahid yang memberikan sambutan menyampaikan harapannya untuk memberikan Jakarta yang sejahtera kepada warga ibukota.
"Kita tidak mau Jakarta yang gini-gini saja," imbuh Hidayat yang diusung PKS.
Hidayat Nur Wahid kemudian memberikan bantuan kepada dua anak yatim untuk biaya pendidikan. Hidayat kemudian meninggalkan acara menuju Tanah Abang untuk meresmikan posko pemenangan Hidayat-Didik.
[Sumber: Ferdinand Waskita/Tribunnews.com].
![]() |
| Hidayat - Didik |
Hal ini sebagaimana disampaikan Forum ASA Minang dalam acara Bagurau Jo Basaluang Samalam Suntuak yang digelar di Gelanggang Remaja Jakarta Timur.
Ketua Panitia, Zulfikar mengungkapkan, dukungan ini diberikan sebagai bentuk kontribusi Urang Awak untuk terus membenahi Rantau Jakarta.
"Sebagaimana diketahui Urang Awak banyak sekali yang tinggal di Jakarta terutama sebagai wiraswasta khususnya yang memilki usaha di pasar-pasar Jakarta. Kami melihat Hidayat-Didik ini punta perhatian yang besar untuk membenahi perekonomian rakyat", jelas Zulfikar Sutan Mudo dalam keterangan persnya kepada INILAH.COM, Minggu (3/6/2012).
Menurutnya, dalaam acara tersebut 5000 orang minang menatakan dukungan dan mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan Cagub DKI Jakarta Hidayat-Didik sebagai calon yang ideal yang harapan komuniktas urang awak di Jakarta.[jat]
[Sumber: Ajat M Fajar/Inilah.com].
Dalam acara deklarasi yang digelar di Markas pemenangan Hidyat-Didik, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (02/06/2012), ia mengaku saat dirinya berada di Jakarta pengawalan dari polisi lalu lintas pun tidak bisa menghindarkannya dari kemacetan.
"Gimana warga yang tidak dikawal, Jakarta ini harus dibereskan," kata Ahmad Heryawan.
Ia juga mengaku mendapat keluhan dari sejumlah warga Jakarta asal Jawa Barat, yakni permasalahan kemacetan yang tidak kunjung selesai. Hal tersebut membuat Jakarta membutuhkan pemimpin yang bisa dipercaya, profesional dan inovatif, seperti pasangan Hidayat Nur Wahid dan Didik J.Rachbini.
Ia yakin permasalahan di Jakarta bisa diselesaikan, mengingat Jakarta memiliki anggaran dana yang jauh lebih besar dari Jawa Barat, dan memiliki jumlah penduduk yang jauh lebih sedikit.
Ahmad mengaku telah menyambangi sejumlah tokoh warga Jakarta asal Jawa Barat, tak lain adalah untuk mensukseskan majunya pasangan Hidayat-Didik. (NURMULIA REKSO PURNOMO).
[Sumber: tribunnews.com].
Hidayat menjelaskan kesuksesan partainya meraup suara pada dua pemilu legislatif termasuk di Pilkada Jabar dan Sumbar yang mengantarkan jagonya Ahmad Heryana dan Irwan Prayitno akan terulang di Jakarta.
"Semoga kali ini giliran Jakarta," kata Hidayat dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (2/6/2012) malam.
Mantan Presiden PKS ini menambahkan, bila ingin membangun kepemimpinan yang baik, maka diperlukan jalinan komunikasi yang baik antara pimpinan daerah.
"Makanya bila saya diperkenankan oleh Allah SWT untuk memimpin Jakarta dan Ahmad Heryawan memimpin Jawa Barat, maka komunikasi yang baik sudah siap terbangun demi mewujudkan Jakarta dan Jawa Barat yang sejahtera," tutur Hidayat.
Sementara itu Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dalam pertemuan dengan Hidayat dan tokoh Sunda di Jakarta mengatakan, potensi suara dari suku tersebut sangat besar.
"Walaupun masyarakat yang berada di Jawa Barat tidak memiliki hak pilih, namun yang bisa dilakukan adalah mengarahkan keluarga ataupun kolega yang memiliki hak pilih di Jakarta untuk mendukung Hidayat-Didik," ujar Heryawan.
Dia menambahkan, antara DKI Jakarta dan Jawa Barat adalah sektor regional yang memiliki keterkaitan cukup besar. Keterkaitan ini dapat diwujudkan menjadi kerjasama sinergis bila pemimpin dari kedua wilayah ini saling mendukung. (fdn/fdn)
[Sumber: detik.com].
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta (KPU Provinsi DKI Jakarta) menggelar Rapat Pleno Penyusunan dan Penetapan Rekapitulasi Jumlah Daftar Pemilih Tetap Pilkada DKI Jakarta di Hotel Lumire, Senen, Jakarta Pusat.
Dalam rapat tersebut, beberapa tim sukses calon kepala daerah DKI Jakarta membeberkan temuan kejanggalan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta. Salah satunya adalah tim sukses pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Hidayat Nurwahid dan Didi J Rahbini. Agus Otto, anggota tim advokasi Hidayat-Hidik, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan sejumlah DPT yang berpotensi ganda. Jika hal tersebut terbukti, ia menilai tindakan tersebut merupakan bentuk pidana murni.
"Kita temukan 44.696 (data ganda). Ini data baru, ini baru kita temukan tadi pagi. Ini pidana murni," ujarnya kepada wartawan saat rapat pleno diskors, Sabtu (2/6/2012).
Perlu diketahui, proses nama seseorang hingga ditetapkan dalam DPT harus melewati beberapa tahap. Tahap pertama berupa Daftar Penduduk Potensi Pemilih Pemilukada (DP4) yang berasal dari data pemilihan kepala daerah sebelumnya. Setelah mendapat koreksi, data itu menjadi Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan berakhir hingga ditetapkan menjadi DPT.
Agus mencontohkan salah satu DPT atas dua orang bernama Mustakim, warga Duren Sawit, Jakarta Timur. Dalam keterangan NIK di DPS, NIK Mustakim adalah 3101022007840000. Namun, setelah ditetapkan dalam DPT, NIK tersebut berubah menjadi dua, yakni 3101022007840001 dan 3101022007840002. "Kita mendapatkan data ini dari KPUD sendiri tadi malam," lanjutnya.
Berdasarkan data yang dimiliki tim sukses Hidayat-Disik, daerah yang paling banyak memunculkan DPT ganda adalah Duren Sawit dengan jumlah 37.62. Karena data tersebut didapat dari KPUD DKI Jakarta, ia menegaskan bahwa temuan tersebut harus ditindaklanjuti.
Hingga pukul 18.13 WIB, rapat pleno tersebut masih berlangsung. Hadir pula dalam rapat tersebut, seluruh jajaran KPUD Provinsi DKI Jakarta, Panitia Pengawas Pemilu, dan tim sukses masing-masing calon kepala daerah. [Sumber: kompas.com].
![]() |
| Hidayat Nur Wahid |
"Dan Persija tidak perlu mengungsi lagi ke kota lain untuk melaksanakan pertandingan kandang," ujar Hidayat yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk maju sebagai Gubernur DKI Jakarta bersama pasangannya, Didik J. Rachbini, Minggu (27/5/2012).
Hal tersebut dikatakannya, untuk menjawab pertanyaan para pendukung Persija atau biasa dikenal The Jak yang meminta dirinya untuk membangun sebuah stadion untuk Persija. Pasalnya, selama ini Persija tidak bisa menggelar pertandingan di kandang sendiri dikarenakan tidak memiliki stadion yang layak untuk pertandingan sepakbola.
Namun Hidayat berpesan agar para pendukung The Jakmania bisa menjaga ketertiban dan keamanan jika Persija bertanding. Sebab percuma ada stadion jika ketertiban dan keamanan tidak terjaga, sehingga akan mempersulit aparat keamanan untuk mengeluarkan izin pertandingan.
Terlebih lagi Jakarta merupakan pusat pemerintahan, pusat perekonomian serta pusat kebudayaan. Gangguan sekecil apapun akan dihindari oleh aparat keamanan, karena hal itu akan berdampak pada terganggunya sektor-sektor penting lainnya.
“Jadi walau sudah punya stadion sendiri tetap saja sulit menjadi tuan rumah di kota sendiri, jika ketertiban dan keamanan tidak bisa dijamin,” jelas Hidayat.
Selain akan membangun dua stadion sepakbola, Hidayat juga berjanji akan memperbaiki Gelanggang Olahraga (GOR) yang ada di 44 kecamatan di Jakarta yang menurutnya dalam kondisi memprihatinkan.
Kondisi GOR yang tersebar di 44 kecamatan itu mengalami cukup banyak kerusakan seperti atapnya yang bocor jika terjadi hujan, banyak lubang di lantai serta ruang ganti dan toilet yang sangat tidak layak.
Dengan APBD yang dimiliki Jakarta, Hidayat berkeyakinan mampu membangun dua stadion berskala internasional dan memperbaiki GOR-GOR yang ada, sehingga masyarakat dapat berolahraga dengan nyaman. Dari situ diharapkan akan lahir atlet-atlet untuk level daerah, nasional, bahkan internasional.
“Ini mengherankan, kok GOR yang dimiliki Jakarta kondisinya seperti ini. Tidak lebih bagus dari GOR yang ada di daerah-daerah lain di luar Jakarta,” tandasnya. [ton]
[Sumber: inilah.com].
![]() |
| Hidayat - Didik |
Hal ini disampaikan anggota Tim Pemenangan Hidayat-Didik, Dedi Supriyadi, di Jakarta, Minggu (27/5/2012).
Untuk itu, pasangan Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini meminta restu dari berbagai kalangan, termasuk kalangan ulama dan habaib.
Hidayat bersilaturahmi dengan forum dan habaib di DKI Jakarta, diantaranya Al-Irsyad, Rabithat Alawiyah, YW Said Naum, Jamaat Khair, R Aljazira, dan Front Pembela Islam (FPI). Pertemuan itu berlangsung hangat di rumah salah seorang habib di bilangan Pejaten, Jakarta Selatan.
Dalam pertemuan itu, Hidayat meminta para habaib dan masyarakat menjadi pemerhati bagi kebijakan dan anggaran-anggaran pemerintah yang menjadi hak masyarakat. Dia mencontohkan anggaran dari pemprov DKI bagi pemberdayaan sosial warga Jakarta yang belum maksimal.
"Para nelayan di Kepulauan Seribu yang berhasil membudidayakan terumbu karang tidak pernah menerima bantuan dana dari pemerintah, dan dana PPMK yang terdiri dari anggaran penguatan sebesar Rp 3 miliar dan dana pemberdayaan perekonomian sebesar Rp 443 juta tidak turun ke masyarakat secara optimal," papar cagub nomor urut 4 ini.
Menurut Hidayat, masyarakat Jakarta juga masih banyak yang terserang penyakit malaria dan demam berdarah yang umumnya menjangkiti masyarakat miskin. Ini menunjukan bahwa warga Jakarta tidak sejahtera.
Karena itu, mantan Ketua MPR ini meminta saran, masukan, serta kritikan dari para habaib dan masyarakat dalam rangka menghadirkan Jakarta yang sejahtera dan bermartabat.
Menanggapi hal itu, Ketua FPI Habib Riziq Shihab menegaskan, organisasi massa Islam yang dipimpinnya bukan partai politik. Namun cabang-cabang FPI di seluruh Jakarta sering meminta pandangan DPP FPI terkait Pilkada DKI.
Dia menyerukan warga Jakarta dan anggota FPI jangan memilih gubernur DKI Jakarta seperti memilih kucing dalam karung.
[Sumber: kompas.com].
![]() |
| Hidayat Nur Wahid |
"Visi pembangunan 'Jayakarta' kini mesti dilengkapi dengan konsep kota yang aman, sejahtera, dan bermartabat," katanya melalui pusat media Relawan Hidayat di Jakarta, Minggu (27/5).
Hidayat menjelaskan, dalam dialog dan silaturahmi dengan kalangan habib, ulama dan tokoh masyarakat, dirinya menyampaikan visi dan misi jika terpilih menjadi gubernur mendatang.
Visi dan misi itu disampaikan saat calon gubernur yang diusung PKS itu diundang dalam silaturahmi di rumah Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, kawasan Pejaten Residence Kav. 12-A, Jakarta.
Mensos saat membuka silaturahmi dengan para ulama, habib, dan tokoh masyarakat Jakarta menjelaskan, biasanya dalam tiap kunjungan ke daerah diisi dengan berdialog dengan tokoh lokal.
Pada kesempatan kali ini khusus membahas masalah sosial yang aktual di ibu kota.
Di antara lebih kurang 100 hadirin tampak A Bagir Mulachela (Jamiat Khair), Zein bin Umar bin Smith (Rabithah Alawiyah), Thoriq Basalamah (Masjid Said Naum), Umar Husin (Al Irsyad), Habib Abdurrahman Alatas (Tebet), Habib Ismet Abdullah (Kemang), KH Muslih Abd Karim (Baitul Qur'an), Abdullah Baharmus (Jam'iyah Rahmah), dan Habib Rizieq Shihab (Ketua Umum FPI). (Ant/OL-10)
[Sumber: mediaindonesia.com].
![]() |
| WNI pendukung Hidayat-Didik berkumpul di Odaiba, di Kota Tokyo, Jepang |
"Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat Indonesia di Jepang yang ingin mengekspresikan harapannya pada perbaikan Ibukota Jakarta, supaya tidak macet, tidak banjir dan aman dari berbagai kejahatan dan lainnya, sekaligus juga untuk menyatakan dukungan moral kepada pasangan Hidayat-Didik," ujar Koordinator Acara, Endrianto Djajadi, dalam rilisnya kepada detikcom, Minggu (27/5/2012).
Puluhan WNI pendukung Hidayat-Didik berkumpul di Odaiba, di Kota Tokyo, Jepang. Setelah dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama, acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Departmen Diplomasi Badan Hubungan Luar Negeri DPP PKS Dr. Marsudi Budi Utomo, yang berkesempatan hadir dalam acara ini dan menyampaikan gambaran terkini terkait persiapan Pilkada DKI Jakarta.
"Mereka (yang hadir) adalah mahasiswa-mahasiswa yang kuliah di beberapa universitas besar di Tokyo, karyawan perusahaaan Jepang, ibu rumah tangga, pekerja magang dan juga pasangan suami-isteri Indonesia-Jepang," jelasnya.
Sebagai kegiatan puncak acara, dibacakan surat pernyataan dukungan di hadapan peserta yang hadir oleh Bapak Dr. Muhammad Itqon, Ketua Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) PKS di Jepang yang kebetulan adalah WNI yang paling senior yang hadir.
"Dalam surat pernyataan dukungan, diungkapkan bahwa pasangan Hidayat-Didik adalah sosok pemimpin yang dijamin akan lebih memeras keringat, lebih rela mengurangi waktu tidur mereka sebagai wujud cinta kepada Jakarta dan warganya. Harapan agar Jakarta bisa lebih baik juga disampaikan dalam deklarasi ini," tutupnya.
(ray/mpr) [Sumber: Ray Jordan - detik.com].





















