![]() |
| Bunda Najla’ Mahmud, Istri Presiden Mesir, Dr. Muhammad Mursi |
Beliau menyatakan tidak ada istilah “Ibu Negara”, yang ada justeru Pelayan Terdepan Mesir, karena kita semua adalah warga negara yang sama; kita mempunyai hak-hak sebagaimana juga kita memiliki kewajiban-kewajiban.
Dalam pernyataan yang disampaikan hari Senin, 25 Juni 2012, beliau mengungkapkan bahwa sebutan dirinya adalah “Ummu Ahmad” atau Al-Ukh Najla’ atau Hajjah”. Karena dalam Islam tidak membedakan antara satu orang dengan lainnya. Kita semua adalah satu, untuk kemajuan negeri tercinta.
Kunjungan perdana istri presiden Mesir pasca pengumuman KPU atas kemenangan Dr. Mursi adalah ke kediaman bunda Mahmud Sulaiman, seorang yang gugur sebagai syahid dalam peristiwa revolusi 25 Januari. [io] [Sumber: Abu Ghozzah/al-ikhwan.net]
Kairo, Abdullah Muhammad, Putra Presiden Mesir terpilih, Dr. Muhammad Mursi menegaskan bahwa dirinya akan mentaati presiden terpilih jika presiden mentaati Allah dalam mengurus rakyatnya.
Lewat jejaring sosial, Abdullah menyampaikan pesannya: “Kami akan taat kepada Anda, jika Anda taat kepada Allah dalam mengemban tanggung jawab kami. Kami akan menentang Anda, jika Anda menentang Allah dalam urusan kami.”
Lebih lanjut ia menyatakan: “Kami akan kembali menggalang revolusi jika Anda menyalahi tuntutan revolusi. Kami akan kembali turun ke jalan, jika Anda tidak memperjuangkan hak-hak para syuhada dan orang-orang yang terluka.” [io]
[Sumber: Abu Ghozzah/al-ikhwan.net]
Surabaya - Kenyataan bahwa Jatim sebagai wilayah dengan kasus HIV/AIDS tertinggi di Indonesia benar-benar memprihatinkan dan membuat miris kader PKS Jatim.
Ini terkait data yang baru dirilis Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung (PPML) Kementerian Kesehatan RI menyebutkan, di Jatim hingga September 2011, tercatat ada 4.318 kasus AIDS.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan Papua yang menempati peringkat kedua dengan 4.005 kasus. Peringkat ketiga ditempati DKI Jakarta dengan 3.998 kasus, disusul Jawa Barat dengan 3.804 kasus. Bali menempati posisi paling bawah di daftar 5 besar provinsi yang memiliki jumlah kumulatif kasus AIDS tertinggi di Indonesia dengan 2.331 kasus.
"Kami terkejut dengan data terbaru itu. Benar-benar membuat miris. Hal ini mesti mendapat perhatian yang lebih serius dari kita semua, terutama Pemprov Jatim," kata Ketua Bidang Perempuan DPW PKS Jatim Dwi Sulistyorini, Kamis (1/12/2011).
Menurut Dwi, selain karena perilaku seks yang tidak sehat, penularan HIV/AIDS juga melalui jarum suntik, ketidaktepatan penggunaan alat kontrasepsi (kondom) dan sebab-sebab yang lain. Tapi suka tidak suka harus diakui bahwa perilaku seksual menyimpanglah yang menjadi biang kerok utama persebaran HIV/AIDS di masyarakat.
"Kalau ingin menanggulangi HIV/AIDS, menyehatkan dulu perilaku seks masyarakat. Gampangnya, perzinaan yang semakin terang terangan dan gonta-ganti pasangan, harus dihentikan. Kami menyerukan untuk kembali memperkuat kesetiaan pada pasangan masing-masing. Tidak boleh lagi 'jajan' sembarangan," tegasnya.
Lebih lanjut, mantan Ketua Bidang Perempuan DPD PKS Surabaya ini berharap Jatim tidak menyusul DKI Jakarta yang jumlah ibu rumah tangga pengidap HIV/AIDS kasusnya cukup tinggi. Tercatat ada 147 kasus. Meningkat dibanding tahun lalu. Yang ironis, penularan HIV/AIDS kepada para ibu rumah tangga tersebut terbesar karena suaminya lebih dulu mengidap HIV/AIDS dan sebagian lagi karena masih suka 'jajan' di luar, meski sudah punya istri.
Masalah kesetiaan pada pasangan ini penting dipertimbangkan untuk digencarkan kampanyenya. Pihaknya termasuk yang kurang setuju kampanye penanggulangan HIV/AIDS yang selama ini sudah dijalankan banyak kalangan, yang sayangnya terkesan seperti melegalkan free sex, seperti aksi bagi-bagi kondom dan sebagainya.
"Kampanye seperti itu tentu saja ada baiknya. Tapi bila tidak tepat porsinya, justru akan dianggap melegalkan perzinaan dan pada gilirannya malah akan menumbuhsuburkan perilaku seks menyimpang. Padahal inilah biang kerok melebarnya penyebaran HIV/AIDS," katanya. [beritajatim.com/INILAH.COM]
![]() |
| Sri Rahmi Pengurus DPW PKS Sulsel |
Suasana Temu Qiyadah dan Buka Bersama dengan Anak Kader PKS dengan tema Saatnya Membangun Karakter Anak Indonesiaa Melalui Keteladanan Pemimpin Bangsa di Aula Gedung DPP PKS, Jakarta, Minggu (21/8), berlangsung semarak.
Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq, LC, Ketua BKSAP, DR M Hidayat Nurwahid,MA tampil sebagai narasumber.
Sedikitnya 200-an anak pengurus DPP dan kader PKS dari berbagai dari di Indonesia diundang hadir. Peserta mulai dari siswa SD hingga SMA. Acara ini diinisiasi oleh Bidang Perempuan DPP PKS. Dalam dialog dengan Presiden PKS, beliau memotivasi anak-anak agar berani bercita-cita tinggi.
Anak-anak yang berani tampil berbicara diberi hadiah. Saat presiden bertanya "Siapa yang mau jadi Presiden RI?". Tiga anak mengacungkan tangan.
"Yang perempuan pun ditantang jadi Presiden. Harus ada yang siap jadi bankir, jadi polisi, jadi politisi, jadi presiden. Anak perempuan gak boleh kalah sama anak laki" kata Presiden PKS, Luthfi Hasan.
Anak-anak antusias menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Presiden PKS.
Suasananya sangat cair dan santai. Ini wujud kepedulian PKS kepada generasi muda. Wujud perhatian PKS dalam membangun generasi baru Indonesia. PKS membina mereka untuk dipersembahkan kepada Indonesia tercinta.
Anak-anak PKS pendidikannya minimal S-2. Ini kewajiban orang tua yang harus dipersiapkan sejak sekarang.
Jelang berbuka, acara ditutup dengan taushiyah dr DR Surahman, ketua Dewan Syariah Pusat. Motivasi juga diberikan oleh beliau dalam taushiyahnya. Intinya, semua qiyadah PKS memotivasi anak kader agar berprestasi. Acara ditutup dengan doa oleh HNW. "Ya Allah jadikanlah kami penghuni syurga, jadikanlah kami anak-anak yang saleh. Jadikan kami kelak memimpin bangsa ini dengan kebajikan dan kebijakan". (sur) [tribunnews.com/21/8/2011]





