
Bogor - Tampaknya kursi Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) akan jatuh ke tangan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PKS Suharna Suryapranata telah diajak bicara soal ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) oleh Presiden SBY.
"Tadi Presiden meminta saya membantu di pemerintahan mendatang dan disampaikan target-target yang harus dicapai dalam pembangunan ekonomi berlandaskan kekayaan sumber daya manusia, sumber daya alam, yang dikelola melalui penguasaan iptek. Alhamdulillah kami siap bekerja sama," kata Suharna.
Hal itu dia sampaikan usai bertemu dengan Presiden SBY di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/10/2009).
Saat dikonfirmasi apakah dirinya akan ditunjuk sebagai Menristek, Suharna memilih mengelak menjawab. "Nanti Pak SBY saja yang menyampaikan," kelitnya.
Mengenai latar belakangnya dalam hal IPTEK, Suharna enggan menerangkan. "Saya pikir rekan-rekan bisa mencari sendiri lah," katanya.
(sho/iy)
Sumber : www.detiknews.com
"Tadi Presiden meminta saya membantu di pemerintahan mendatang dan disampaikan target-target yang harus dicapai dalam pembangunan ekonomi berlandaskan kekayaan sumber daya manusia, sumber daya alam, yang dikelola melalui penguasaan iptek. Alhamdulillah kami siap bekerja sama," kata Suharna.
Hal itu dia sampaikan usai bertemu dengan Presiden SBY di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/10/2009).
Saat dikonfirmasi apakah dirinya akan ditunjuk sebagai Menristek, Suharna memilih mengelak menjawab. "Nanti Pak SBY saja yang menyampaikan," kelitnya.
Mengenai latar belakangnya dalam hal IPTEK, Suharna enggan menerangkan. "Saya pikir rekan-rekan bisa mencari sendiri lah," katanya.
(sho/iy)
Sumber : www.detiknews.com

INILAH.COM, Bogor - Dubes RI untuk Arab Saudi Salim Assegaf menjelaskan arahan Presiden terpilih SBY ke depannya sangat jelas dan lugas. Dirinya diminta berada di kementerian untuk benar-benar menyukseskan target pemerintah dalam pengurangan jumlah kemiskinan 8-10 persen.
"Kementerian yang saya pimpin nantinya diminta untuk menyukseskan program pemerintah ke depannya, terutama terkait program millenium development goals (MDGs) yang dikeluarkan oleh PBB," kata Salim usai audisi di kediaman SBY di Puri Cikeas, Bogor, Sabtu (17/10).
Poin lainnya, lanjut dia, bagaimana memperkuat tata kelolah pemerintahan yang baik, good government, perlunya sikap setia kawan, bagaimana meningkatkan SDM, dan kecerdasan spiritual.
"Intinya tugas apa nantinya, diserahkan kepada Presiden. Presiden mengetahui apa kemampuan saya, dan pasti yakin kalau yang di depan ini mampu mengembankan tugas dengan baik," ujar Salim. [sss]
Sumber : www.inilah.com
"Kementerian yang saya pimpin nantinya diminta untuk menyukseskan program pemerintah ke depannya, terutama terkait program millenium development goals (MDGs) yang dikeluarkan oleh PBB," kata Salim usai audisi di kediaman SBY di Puri Cikeas, Bogor, Sabtu (17/10).
Poin lainnya, lanjut dia, bagaimana memperkuat tata kelolah pemerintahan yang baik, good government, perlunya sikap setia kawan, bagaimana meningkatkan SDM, dan kecerdasan spiritual.
"Intinya tugas apa nantinya, diserahkan kepada Presiden. Presiden mengetahui apa kemampuan saya, dan pasti yakin kalau yang di depan ini mampu mengembankan tugas dengan baik," ujar Salim. [sss]
Sumber : www.inilah.com

INILAH.COM, Bogor - Presiden PKS Tifatul Sembiring enggan secara gamblang menjelaskan posisi menteri apa nanti yang akan didudukinya. Namun pihaknya mengaku kalau dari arahannya kemungkinan ke Menkominfo.
"Arahannya sih ke situ (Menkonminfo), tetapi pastinya biar Presiden yang menentukan," kata Tifatul di kediaman SBY, Puri Cikeas, Bogor, Sabtu (17/10).
Dia melanjutkan, karena dari pembicaraan tadi, konsentrasi presiden adalah soal teknologi dan informasi. Bagaimana meningkatkan kualitas informasi.
Sementara dalam penjelasannya, Tifatul membeberkan hal-hal yang dia bicarakan dengan SBY, antara lain bagaimana kemampuan informasi dan teknologi Indonesia.
"Dalam tataran internasional yang penuh persaingan ketat, kita perlu meningkatkan kemampuan informasi dan teknologi. Kalau dulu kita berbasis pada agrikultur, sekarang soal dunia informasi, dan ilmu pengetahuan," katanya.
Karena itu ke depan, lanjut dia, pemerintah hampir pasti membawa kemajuan informasi pada pendidikan. Misalnya dalam program learning dan high technology. Semua lingkungan pemerintahan akan disertakan sistem informasi yang bagus, sehingga bisa mempermudah prosedur dalam pemerintahan, serta dapat mengurangi angka KKN, dan korupsi. [sss]
Sumber : www.inilah.com
"Arahannya sih ke situ (Menkonminfo), tetapi pastinya biar Presiden yang menentukan," kata Tifatul di kediaman SBY, Puri Cikeas, Bogor, Sabtu (17/10).
Dia melanjutkan, karena dari pembicaraan tadi, konsentrasi presiden adalah soal teknologi dan informasi. Bagaimana meningkatkan kualitas informasi.
Sementara dalam penjelasannya, Tifatul membeberkan hal-hal yang dia bicarakan dengan SBY, antara lain bagaimana kemampuan informasi dan teknologi Indonesia.
"Dalam tataran internasional yang penuh persaingan ketat, kita perlu meningkatkan kemampuan informasi dan teknologi. Kalau dulu kita berbasis pada agrikultur, sekarang soal dunia informasi, dan ilmu pengetahuan," katanya.
Karena itu ke depan, lanjut dia, pemerintah hampir pasti membawa kemajuan informasi pada pendidikan. Misalnya dalam program learning dan high technology. Semua lingkungan pemerintahan akan disertakan sistem informasi yang bagus, sehingga bisa mempermudah prosedur dalam pemerintahan, serta dapat mengurangi angka KKN, dan korupsi. [sss]
Sumber : www.inilah.com

