JAKARTA - Sejak Rabu (19/10/2011) ini, kekosongan kursi tiga orang anggota Fraksi PKS DPR RI akan terisi, dengan dilantiknya tiga orang pengganti anggota dewan sebelumnya.
Seperti diketahui, Arifinto dan Misbakhun, sudah mengundurkan diri dari keanggotan DPR RI. Sementara Ustadzah Yoyoh Yusroh meninggal dunia, karena kecelakaan yang dialaminya beberapa waktu lalu.
Ketiga anggota Fraksi PKS dari Pergantian Antarwaktu (PAW) itu adalah Mardani Ali Sera, berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat VII ,yang menggantikan Arifinto, sedangkan Indra menggantikan almarhumah Yoyoh Yusroh dari Dapil Banten III.
Sementara Misbakhun yang berasal dari Dapil II Jawa Timur digantikan Muhammad Firdaus.
Pelantikan ketiga orang itu disambut gembira Ketua Fraksi PKS, Mustafa Kamal. "Tentunya, kami sangat bergembira. Setelah proses PAW yang cukup panjang dan memakan waktu yang lama, akhirnya mereka dilantik pada hari ini," ujar Kamal.
Pelantikan tersebut, lanjut Kamal, diharapkan akan memberi energi baru bagi Fraksi PKS dalam melaksanakan tugas-tugas sebagai wakil rakyat. Dia yakin, kehadiran ketiganya nanti akan memberikan sumbangsih yang besar kepada rakyat dan negara ini.
"Kami yakin, kehadiran mereka di panggung DPR akan mengoptimalkan kinerja-kinerja kami selama ini, tak hanya di DPR tapi bagi Dapil mereka masing-masing," pungkas Kamal. [Sumber: Imam Prihadiyoko | Agus Mulyadi | 19/10/2011 - kompas.com]
Seperti diketahui, Arifinto dan Misbakhun, sudah mengundurkan diri dari keanggotan DPR RI. Sementara Ustadzah Yoyoh Yusroh meninggal dunia, karena kecelakaan yang dialaminya beberapa waktu lalu.
Ketiga anggota Fraksi PKS dari Pergantian Antarwaktu (PAW) itu adalah Mardani Ali Sera, berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat VII ,yang menggantikan Arifinto, sedangkan Indra menggantikan almarhumah Yoyoh Yusroh dari Dapil Banten III.
Sementara Misbakhun yang berasal dari Dapil II Jawa Timur digantikan Muhammad Firdaus.
Pelantikan ketiga orang itu disambut gembira Ketua Fraksi PKS, Mustafa Kamal. "Tentunya, kami sangat bergembira. Setelah proses PAW yang cukup panjang dan memakan waktu yang lama, akhirnya mereka dilantik pada hari ini," ujar Kamal.
Pelantikan tersebut, lanjut Kamal, diharapkan akan memberi energi baru bagi Fraksi PKS dalam melaksanakan tugas-tugas sebagai wakil rakyat. Dia yakin, kehadiran ketiganya nanti akan memberikan sumbangsih yang besar kepada rakyat dan negara ini.
"Kami yakin, kehadiran mereka di panggung DPR akan mengoptimalkan kinerja-kinerja kami selama ini, tak hanya di DPR tapi bagi Dapil mereka masing-masing," pungkas Kamal. [Sumber: Imam Prihadiyoko | Agus Mulyadi | 19/10/2011 - kompas.com]
PKS-Taktakan - Meski telah resmi memecat anggotanya yang tertangkap basah berjudi, namun PKS belum menentukan siapa calon yang akan menempati Pergantian Antar Waktu (PAW) di DPRD Kota Gorontalo.
Wakil Ketua DPW PKS Provinsi Gorontalo, Adnan Entengo, mengatakan pihaknya masih akan membahas PAW untuk menggantikan Darmawan Duming yang telah dipecat. "Yang pasti DPD PKS Kota Gorontalo akan mengirim surat ke DPRD dan mengurus proses PAW secepatnya," kata Adnan, Senin (14/3).
Menurutnya, calon pengganti belum tentu merupakan caleg yang memiliki suara terbanyak kedua pada Pemilu tahun 2009. PKS akhirnya memecat Darmawan Duming setelah Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) mengeluarkan surat rekomendasi kepada DPW dan DPD PKS Gorontalo pada 4 Maret 2011.
Darmawan diberhentikan dengan tidak hormat karena telah melakukan perbuatan menodai dan mencemarkan martabat partai. Darmawan tertangkap basah sedang berjudi bersama sejumlah warga di salah satu rumah di Kota Gorontalo pada beberapa waktu lalu.
Namun, Darmawan bersikeras tidak ikut berjudi dan tidak sengaja singgah ke rumah tersebut untuk mengatarkan baju. PKS membentuk tim pencari fakta untuk menelusuri kasus tersebut.
-----------------------------------------
Sumber : republika.co.id
Wakil Ketua DPW PKS Provinsi Gorontalo, Adnan Entengo, mengatakan pihaknya masih akan membahas PAW untuk menggantikan Darmawan Duming yang telah dipecat. "Yang pasti DPD PKS Kota Gorontalo akan mengirim surat ke DPRD dan mengurus proses PAW secepatnya," kata Adnan, Senin (14/3).
Menurutnya, calon pengganti belum tentu merupakan caleg yang memiliki suara terbanyak kedua pada Pemilu tahun 2009. PKS akhirnya memecat Darmawan Duming setelah Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) mengeluarkan surat rekomendasi kepada DPW dan DPD PKS Gorontalo pada 4 Maret 2011.
Darmawan diberhentikan dengan tidak hormat karena telah melakukan perbuatan menodai dan mencemarkan martabat partai. Darmawan tertangkap basah sedang berjudi bersama sejumlah warga di salah satu rumah di Kota Gorontalo pada beberapa waktu lalu.
Namun, Darmawan bersikeras tidak ikut berjudi dan tidak sengaja singgah ke rumah tersebut untuk mengatarkan baju. PKS membentuk tim pencari fakta untuk menelusuri kasus tersebut.
-----------------------------------------
Sumber : republika.co.id



