Tangerang - DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tangerang memprotes penertiban Satpol PP terhadap baliho bergambar anggota DPR RI dari PKS Jazuli Juwaini.
Sebab, ketika itu Satpol PP tidak menertibkan baliho Wahidin Halim yang lokasinya berdekatan dengan baliho Jazuli. Humas DPD PKS Kota Tangerang Jumei Susetyo mengatakan, pencopotan baliho tersebut dilakukan pada Selasa (7/6/2011), sekitar pukul 10.00 WIB.
Dua baliho berukuran 2 x 2 meter yang terletrak di Jl K.H Maulana Hasanudin, Cipondoh langsung dicopot tanpa adanya pemberitahuan tersebih dahulu. Namun, tidak jauh dari situ, masih terpasang dengan sangat jelas baliho dukungan masyarakat terhadap Wali Kota Tangerang Wahidin Halim.
“Peristiwa ini sekali lagi mengusik rasa keadilan kami selaku masyarakat Kota Tangerang yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan masyarakat lainnya,” kesalnya.
Jumei mengaku, pencopotan baliho ini telah beberapa kali terjadi dengan alasan yang sama yaitu dalam rangka menata keindahan dan ketertiban kota. “Kalau memang tujuannnya untuk menata keindahan kota, kenapa baliho Wahidin Halim masih terpasang. Hal itu tentu tidak adil,” tegasnya. [tn/mah] [Sumber: http://inilah.com]
Sebab, ketika itu Satpol PP tidak menertibkan baliho Wahidin Halim yang lokasinya berdekatan dengan baliho Jazuli. Humas DPD PKS Kota Tangerang Jumei Susetyo mengatakan, pencopotan baliho tersebut dilakukan pada Selasa (7/6/2011), sekitar pukul 10.00 WIB.
Dua baliho berukuran 2 x 2 meter yang terletrak di Jl K.H Maulana Hasanudin, Cipondoh langsung dicopot tanpa adanya pemberitahuan tersebih dahulu. Namun, tidak jauh dari situ, masih terpasang dengan sangat jelas baliho dukungan masyarakat terhadap Wali Kota Tangerang Wahidin Halim.
“Peristiwa ini sekali lagi mengusik rasa keadilan kami selaku masyarakat Kota Tangerang yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan masyarakat lainnya,” kesalnya.
Jumei mengaku, pencopotan baliho ini telah beberapa kali terjadi dengan alasan yang sama yaitu dalam rangka menata keindahan dan ketertiban kota. “Kalau memang tujuannnya untuk menata keindahan kota, kenapa baliho Wahidin Halim masih terpasang. Hal itu tentu tidak adil,” tegasnya. [tn/mah] [Sumber: http://inilah.com]
SERANG – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Banten resmi berkoalisi. Koalisi keumatan ini akan mengusung Jazuli Juwaini sebagai calon gubernur pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKS Banten, Irfan Maulidi, mengatakan, koalisi ini sangat penting bagi PKS dan PPP. Selain kedua partai memiliki platform yang hampir sama, koalisi keumatan merupakan isu mendasar yang sangat menyentuh masyarakat Banten. “Sebab, kedua belah pihak menekankan nilai keislaman sebagai landasan berpikir untuk menciptakan masyarakat madani,” kata Irfan di Kantor DPW PKS Banten, Jum’at (10/6).
Menurut Irfan, hal yang mendasari dibentuknya koalisi keumatan ini karena masyarakat Banten secara tipologis lebih akrab dengan isu keumatan yang berbasis religius. Apalagi, peran ulama di Banten sangat dominan dalam berbagai momentum sejarah.
Namun, kata Irfan, isu keumatan tidak hanya berkutat pada nilai religiusitas. Isu ini juga sangat universal dan menyeluruh sehingga mencakup masalah pembangunan ekonomi, sosial budaya, dan pemerintahan.
Koalisi antara PKS dan PPP ini sudah mencukupi untuk mengusung calon gubernur dan wakil gubernur. PKS memiliki 13 kursi di DPRD Banten, sedangkan PPP memiliki 5 kursi. “Sudah lebih dari cukup. Syarat partai yang mengusung calon gubernur harus memiliki 13 kursi di DPRD,” kata Irfan.
Irfan menambahkan bahwa koalisi sepakat mengusung anggota DPR RI, Jazuli Juwaini, sebagai calon gubernur Banten. Sedangkan, calon wakil gubernurnya masih menunggu hasil penjaringan di PPP. [Sumber: http://www.republika.co.id]
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKS Banten, Irfan Maulidi, mengatakan, koalisi ini sangat penting bagi PKS dan PPP. Selain kedua partai memiliki platform yang hampir sama, koalisi keumatan merupakan isu mendasar yang sangat menyentuh masyarakat Banten. “Sebab, kedua belah pihak menekankan nilai keislaman sebagai landasan berpikir untuk menciptakan masyarakat madani,” kata Irfan di Kantor DPW PKS Banten, Jum’at (10/6).
Menurut Irfan, hal yang mendasari dibentuknya koalisi keumatan ini karena masyarakat Banten secara tipologis lebih akrab dengan isu keumatan yang berbasis religius. Apalagi, peran ulama di Banten sangat dominan dalam berbagai momentum sejarah.
Namun, kata Irfan, isu keumatan tidak hanya berkutat pada nilai religiusitas. Isu ini juga sangat universal dan menyeluruh sehingga mencakup masalah pembangunan ekonomi, sosial budaya, dan pemerintahan.
Koalisi antara PKS dan PPP ini sudah mencukupi untuk mengusung calon gubernur dan wakil gubernur. PKS memiliki 13 kursi di DPRD Banten, sedangkan PPP memiliki 5 kursi. “Sudah lebih dari cukup. Syarat partai yang mengusung calon gubernur harus memiliki 13 kursi di DPRD,” kata Irfan.
Irfan menambahkan bahwa koalisi sepakat mengusung anggota DPR RI, Jazuli Juwaini, sebagai calon gubernur Banten. Sedangkan, calon wakil gubernurnya masih menunggu hasil penjaringan di PPP. [Sumber: http://www.republika.co.id]
PANDEGLANG – Pengurus dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pandeglang, memperkuat barisan untuk mendukung pasangan gubernur dan wakil gubernur Banten Jazuli Juwaeni-Makmun Muzakki.
"Selama ini PKS cukup solid, dan kini akan lebih ditingkatkan lagi untuk mendukung dan memenangkan pasangan Jazuli-Makmun dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banten," kata Encep Mafud di Banten, Ahad (24/7).
Pernyataan itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kabupaten Pandeglang tersebut disela-sela rapat kerja daerah (Rakerda) di Pandeglang.
Menurut Encep, pelaksanaan Rakerda akan yang dihadiri pengurus, kader dan simpatisan partai dan ini akan menambah soliditas untuk menyukseskan Pilkada Banten.
"Rakerda ini juga digelar sebagai ajang lebih menyolidkan barisan partai dalam menyukseskan pilkada Banten dan memenangkan pasangan Jazuli-Makmun," katanya.
Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Provinsi Banten Saukatuddin mengatakan, banyak faktor yang menjadi faktor kemenangan Jazuli-Muzaki, di antaranya dari eksternal yang perlu diperhatikan para kader.
"Kita minta seluruh kader meningkatkan ikhtiar untuk menyukseskan kemenangan Jazuli-Makmun, dan memerhatikan berbagai faktor termasuk dari kalangan eksternal," ujar anggota DPRD Provinsi Banten tersebut.
Pemilihan gubernur dan wakil gubernur Banten periode 2012-2016 digelar 22 Oktober 2011, dan diikuti empat pasangan calon, yakni tiga dari gabungan partai politik dan satu jalur perseorangan.
Ketiga pasangan calon yang diusung gabungan partai politik, yakni Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno, Jazuli Juwaini-Makmun Muzaki dan Wahidin Halim-Irna Narulita, ketiganya diusung gabungan partai politik. Sedangkan pasangan calon yang maju melalui jalur perseorangan, yakni Dwi Jatmiko-Tjetjep Mulyadinata. [Sumber: republika.co.id]
"Selama ini PKS cukup solid, dan kini akan lebih ditingkatkan lagi untuk mendukung dan memenangkan pasangan Jazuli-Makmun dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banten," kata Encep Mafud di Banten, Ahad (24/7).
Pernyataan itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kabupaten Pandeglang tersebut disela-sela rapat kerja daerah (Rakerda) di Pandeglang.
Menurut Encep, pelaksanaan Rakerda akan yang dihadiri pengurus, kader dan simpatisan partai dan ini akan menambah soliditas untuk menyukseskan Pilkada Banten.
"Rakerda ini juga digelar sebagai ajang lebih menyolidkan barisan partai dalam menyukseskan pilkada Banten dan memenangkan pasangan Jazuli-Makmun," katanya.
Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Provinsi Banten Saukatuddin mengatakan, banyak faktor yang menjadi faktor kemenangan Jazuli-Muzaki, di antaranya dari eksternal yang perlu diperhatikan para kader.
"Kita minta seluruh kader meningkatkan ikhtiar untuk menyukseskan kemenangan Jazuli-Makmun, dan memerhatikan berbagai faktor termasuk dari kalangan eksternal," ujar anggota DPRD Provinsi Banten tersebut.
Pemilihan gubernur dan wakil gubernur Banten periode 2012-2016 digelar 22 Oktober 2011, dan diikuti empat pasangan calon, yakni tiga dari gabungan partai politik dan satu jalur perseorangan.
Ketiga pasangan calon yang diusung gabungan partai politik, yakni Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno, Jazuli Juwaini-Makmun Muzaki dan Wahidin Halim-Irna Narulita, ketiganya diusung gabungan partai politik. Sedangkan pasangan calon yang maju melalui jalur perseorangan, yakni Dwi Jatmiko-Tjetjep Mulyadinata. [Sumber: republika.co.id]




