BANGKOK - Rombongan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Berencana bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk Thailand, Muhammad Hatta, di Bangkok. Kunjungan dimaksudkan untuk memberi penjelasan kepada Kedutaan Indonesia, bahwa PKS sedang mendalami proses politik di Thailand untuk perkembangan politik di Indonesia.
Lima orang petinggi PKS, mulai Majlis Permusyawaratan hingga pengurus wilayah, akan mendatangi Kedutaan Indonesia mulai Sabtu (2/7) pagi hingga sore hari. "Kita akan mengorek informasi kepada mereka," jelas Sekretaris Majlis Permusyawaratan PKS, Mardani.
Tidak kurang dari 16 anggota PKS diterjunkan untuk memantau kampanye di Thailand menjelang Pemilu untuk senator dan perdana menteri. Kampanye di Bangkok tergolong ramai, karena tiga partai terbesar disana: Partai Phe Thai yang menyalonkan adik dari Thaksin Shinawatra, Yin Luck, Partai Demokrat menyalonkan Abhisit Vejjajiva, dan Partai Golongan Putih, yang tidak menyalonkan siapapun, sama-sama kuat.
Demokrat berkampanye mengusung nomor sepuluh dan warna biru sebagai simbol partai. Mereka berkampanye mulai sore hingga pukul 21.00 WIB. Hal yang sama juga dilakukan Partai Phe Thai yang berkampanye di Stadion Nasional Rajamangala, Ramkamhaeng. Sementara Partai Golput berkampanye mulai sore hingga lebih dari tengah malam. Mereka juga terus berkemah sebagai bentuk kekecewaan terhadap Partai Biru dan Merah, dan pemerintah, selama lebih dari lima bulan. "Apa yang sudah kita peroleh akan disampaikan kepada Duta Besar nanti," jelas Mardani.[Sumber: http://www.republika.co.id]
Lima orang petinggi PKS, mulai Majlis Permusyawaratan hingga pengurus wilayah, akan mendatangi Kedutaan Indonesia mulai Sabtu (2/7) pagi hingga sore hari. "Kita akan mengorek informasi kepada mereka," jelas Sekretaris Majlis Permusyawaratan PKS, Mardani.
Tidak kurang dari 16 anggota PKS diterjunkan untuk memantau kampanye di Thailand menjelang Pemilu untuk senator dan perdana menteri. Kampanye di Bangkok tergolong ramai, karena tiga partai terbesar disana: Partai Phe Thai yang menyalonkan adik dari Thaksin Shinawatra, Yin Luck, Partai Demokrat menyalonkan Abhisit Vejjajiva, dan Partai Golongan Putih, yang tidak menyalonkan siapapun, sama-sama kuat.
Demokrat berkampanye mengusung nomor sepuluh dan warna biru sebagai simbol partai. Mereka berkampanye mulai sore hingga pukul 21.00 WIB. Hal yang sama juga dilakukan Partai Phe Thai yang berkampanye di Stadion Nasional Rajamangala, Ramkamhaeng. Sementara Partai Golput berkampanye mulai sore hingga lebih dari tengah malam. Mereka juga terus berkemah sebagai bentuk kekecewaan terhadap Partai Biru dan Merah, dan pemerintah, selama lebih dari lima bulan. "Apa yang sudah kita peroleh akan disampaikan kepada Duta Besar nanti," jelas Mardani.[Sumber: http://www.republika.co.id]
![]() |
| Mustafa Kamal (Ketua Fraksi PKS) |
Menurut Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mustafa Kamal, Parpol yang ada hanya mengadaptasi budaya masa lalu. Sehingga, tambahnya, Parpol yang ada kehilangan rencana poltik yang bersifat visioner.
Saat ini, ungkap Musatafa, PKS tengah melakukan perbaikan dalam menjawab persoalan tersebut. "Kita akan coba merubah mainset tersebut," ujarnya.
Lebih lanjut Musatafa mengatakan, PKS akan terus mengedapankan nilai-nilai ke-Islaman dalam penerapan pola politik PKS. "Namun, tidak mengacu pada Negara Islam seutuhnya," tuturnya.
Nilai agama tersebut, jelas Mustafa, nantinya akan memberikan sebuah jawaban terkait permasalahan radikalisme bangsa Indonesia. Menurutnya, perangkulan para tokoh agama dapat menjadi senjata melawan serangan radikalisme. "Tokoh agama bukan menjadi alat politik untuk mengkotak-kotakan agama," tuturnya.
Tak hanya Musatafa, Anggota Komisi VII Fraksi PKS, Sohibul Iman mengatakan, penerapan nilai keagaman menjadi hal penting untuk diterapkan oleh nagara. Selain penerapan hukum yang masih kurang, sambungnya, perilaku buruk masih menjadi sifat keseluruhan masyarakat.
Selain itu, jelasnya, ketidakmampuan kita untuk merambah sektor ekonomi membuat sektor poltik menjadi pelarian. "Nantinya, sektor ekonomi harus juga menjadi sektor yang dikuasai secara keseluruhan," ujarnya.
Ke depan, terangnya, PKS akan terus menjadi media yang menjaga kepercayaan masyarakat. "Kepercayaan masyarakat yang rendah menghasilkan pembangunan yang tidak efektif," kata Iman.
Saat ini, tambahnya, PKS berada pada posisi tengah. Hal ini, sambungnya, menjadikan PKS sebagai Parpol yang dapat mengedepankan aspirasi masyarakat untuk menjawab permasalahan kepercayaan masyarakat. "PKS akan selalu terbuka dengan masukan dari siapapun," tutur Iman. [Sumber: republika.co.id]
Semarang, CyberNews. Guna mempelajari sistem pemilihan umum dan berbagai tahapannya di negara maju, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan melakukan pantauan pemilu di Turki yang akan menggelar pemungutan suara pada 12 Juni nanti.
Delegasi PKS yang terdiri atas pengurus pusat dan wilayah tersebut akan belajar bagaimana penyelenggaraan Pemilu dan pengawasannya selama seminggu mulai Selasa (7/6).
Ketua DPW PKS Jateng Abdul Fikri Faqih menyatakan, pihaknya akan belajar bagaimana negara Turki sebagai salah satu negara anggota Uni Eropa mengelola penyelenggaraan pemilu secara modern.
Dikatakan, akhir tahun lalu parlemen Turki telah mengesahkan undang-undang (UU) Pemilu yang baru sesuai dengan standar pelaksanaan Pemilu di negara Uni Eropa. UU tersebut lebih menjamin hak penduduk untuk dalam memilih maupun dipilih sebagai anggota parlemen.
"Kami akan mempelajari pemilu di Turki sejak sebelum, saat pemilihan, hingga pascapemilu," tutur Fikri yang juga Wakil Ketua DPRD Jateng itu.
Delegasi ssebanyak 24 orang itu akan berangkat pada Selasa (7/6) dan kembali ke tanah air pada Rabu (15/6) mendatang. Dijelaskan Fikri, dirinya telah mengajukan cuti sebagai anggota DPRD Provinsi Jateng untuk menjalankan tugas partai.
Terkait pembiayaan, lanjutnya, seluruh biaya peserta ditanggung oleh dana partai. Keberangkatannya ke Turki dilakukan atas ajakan Biro Hubungan Luar Negeri (BHLN) PKS. Biasanya, lanjutnya, pengurus DPP PKS sendiri yang berangkat ke luar negeri untuk menjalankan program partai.
Namun, kali ini dua pengurus DPW PKS Jateng turut diajak untuk melihat langsung proses pemilu. Dikatakan, selama di Turki PKS akan mempelajari bagaimana sistem Pemilu, tahapan penyelenggaraan, sengketa yang timbul, dan juga bagaimana penyelesaiannya.
Selain itu akan dipelajari juga bagaimana model kampanye partai-partai dalam Pemilu, berkunjung ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), dan juga ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di tingkat pusat maupun lokal kabupaten disana.
Delegasi dijadwalkan bertemu dengan sejumlah pimpinan partai, termasuk partai berkuasa saat ini Partai Pembangunan dan Keadilan (AKP) untuk bertukar pikiran tentang bagaimana mengelola partai secara modern dan profesional.
Pertemuan dengan anggota parlemen juga diagendakan untuk mempelajari bagaimana Turki bisa bergerak secara produktif dan progresif sehingga kelasnya diakui secara internasional dengan pengakuan Uni Eropa. Pihaknya bakal menyambangi beberapa kota di Turki, di antaranya Ankara dan Istanbul.
"Hasil pembelajaran dari Turki nantinya akan ditularkan kepada kader maupun simpatisan PKS agar partai bisa dikelola secara modern," katanya. [Sumber: http://suaramerdeka.com]
Delegasi PKS yang terdiri atas pengurus pusat dan wilayah tersebut akan belajar bagaimana penyelenggaraan Pemilu dan pengawasannya selama seminggu mulai Selasa (7/6).
Ketua DPW PKS Jateng Abdul Fikri Faqih menyatakan, pihaknya akan belajar bagaimana negara Turki sebagai salah satu negara anggota Uni Eropa mengelola penyelenggaraan pemilu secara modern.
Dikatakan, akhir tahun lalu parlemen Turki telah mengesahkan undang-undang (UU) Pemilu yang baru sesuai dengan standar pelaksanaan Pemilu di negara Uni Eropa. UU tersebut lebih menjamin hak penduduk untuk dalam memilih maupun dipilih sebagai anggota parlemen.
"Kami akan mempelajari pemilu di Turki sejak sebelum, saat pemilihan, hingga pascapemilu," tutur Fikri yang juga Wakil Ketua DPRD Jateng itu.
Delegasi ssebanyak 24 orang itu akan berangkat pada Selasa (7/6) dan kembali ke tanah air pada Rabu (15/6) mendatang. Dijelaskan Fikri, dirinya telah mengajukan cuti sebagai anggota DPRD Provinsi Jateng untuk menjalankan tugas partai.
Terkait pembiayaan, lanjutnya, seluruh biaya peserta ditanggung oleh dana partai. Keberangkatannya ke Turki dilakukan atas ajakan Biro Hubungan Luar Negeri (BHLN) PKS. Biasanya, lanjutnya, pengurus DPP PKS sendiri yang berangkat ke luar negeri untuk menjalankan program partai.
Namun, kali ini dua pengurus DPW PKS Jateng turut diajak untuk melihat langsung proses pemilu. Dikatakan, selama di Turki PKS akan mempelajari bagaimana sistem Pemilu, tahapan penyelenggaraan, sengketa yang timbul, dan juga bagaimana penyelesaiannya.
Selain itu akan dipelajari juga bagaimana model kampanye partai-partai dalam Pemilu, berkunjung ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), dan juga ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di tingkat pusat maupun lokal kabupaten disana.
Delegasi dijadwalkan bertemu dengan sejumlah pimpinan partai, termasuk partai berkuasa saat ini Partai Pembangunan dan Keadilan (AKP) untuk bertukar pikiran tentang bagaimana mengelola partai secara modern dan profesional.
Pertemuan dengan anggota parlemen juga diagendakan untuk mempelajari bagaimana Turki bisa bergerak secara produktif dan progresif sehingga kelasnya diakui secara internasional dengan pengakuan Uni Eropa. Pihaknya bakal menyambangi beberapa kota di Turki, di antaranya Ankara dan Istanbul.
"Hasil pembelajaran dari Turki nantinya akan ditularkan kepada kader maupun simpatisan PKS agar partai bisa dikelola secara modern," katanya. [Sumber: http://suaramerdeka.com]




