CILEGON – Alokasi anggaran untuk pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Cilegon 2010 mendatang ditetapkan Pemkot Cilegon sebesar Rp 10 miliar. Jika dibandingkan pengajuan KPU sebesar Rp 13 miliar, alokasi dana pilkada yang dimasukkan pada pos bantuan hibah APBD 2010 ini turun sebesar Rp 3 miliar.
“Setelah dirasionalisasi dan dibahas panitia anggaran, akhirnya disetujui Rp 10 miliar. Alokasi ini sudah termasuk dana pengamanan sebesar Rp 2 miliar,” kata Sekda Cilegon Edi Ariadi kepada wartawan, Rabu (25/11).
Untuk pengelolaan anggaran tersebut, kata Edi, diserahkan sepenuhnya ke KPU Cilegon. Penggunaan dana tersebut dialokasikan guna mengantisipasi terjadinya dua putaran pemilihan. “Kalau satu putaran kita anggarkan Rp 7,5 miliar. Kalau terjadi dua putaran kita tambah Rp 2,5 miliar, sehingga totalnya Rp 10 miliar,” papar Sekda.
Ditanya pengurangan yang dilakukan pemkot atas ajuan awal KPU, Edi mengaku hal tersebut dilakukan lantaran dilakukannya penyesuaian standar harga sesuai aturan yang berlaku. Alokasi anggaran ini, dapat mulai dicairkan pada Januari 2010 mendatang. “Pakai saja dulu. Kalau nanti kurang, baru meminta lagi dianggarkan pada perubahan APBD,” jelasnya.
Ketua KPU Cilegon Syaeful Bahri saat dikonfirmasi mengaku menerima saja apa yang sudah ditetapkan Pemkot Cilegon. Yang terpenting bagi KPU adalah rasionalisasi anggaran itu harus dikaitkan dengan tidak adanya pelanggaran hukum dalam masalah keuangan. “Kalau memang itu bisa menghemat uang rakyat, kita tidak ada masalah,” ujarnya.
Dijelaskannya, pengajuan dana sebesar Rp 13 miliar oleh KPU tersebut paling banyak diserap untuk alokasi honor PPK, PPS dan KPPS. Sebab, PPK, PPS, dan KPPS meminta kepada KPU agar honor mereka jangan lebih rendah dari alokasi APBN saat pemilu legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres). “Honor mereka saat pileg dan pilpres Rp 200 ribu, mereka berharap bisa naik,” ungkapnya. (cr-1)
Sumber : radarbanten.com
CILEGON – Eskalasi politik di Cilegon menjelang pelaksana pemilu kepala daerah (pilkada) terus berubah-ubah.
PKS yang sebelumnya merupakan pesaing kuat Golkar pada pilkada 2004 lalu, kini malah tengah menjajaki koalisi dengan partai berlambang pohon beringin tersebut.
Rencana koalisi dua partai ini dalam pilkada nanti pun mulai dibahas. Bahkan, Ketua DPD Golkar Cilegon Tb Aat Syafa’at mengaku telah beberapa kali menggelar pertemuan
dengan fungsionaris PKS. “Kita sudah tiga kali pertemuan untuk membangun koalisi ini. Sepertinya 90 persen PKS mau bergabung dengan kita,” kata Aat kepada wartawan, Senin (23/11).
Saat ini, katanya, pihaknya hanya tinggal menunggu sikap politik PKS untuk rencana koalisi. “Mekanisme di PKS kan harus ada persetujuan DPW dan DPP, jadi kita tunggu saja,” ujarnya.
Selain PKS, koalisi ini rencananya juga akan diperkuat dengan masuknya PAN. “Kalau dengan PAN kita tinggal menunggu keputusan DPW, kemungkinan ini sangat besar,” ungkapnya.
Rencananya, koalisi besar yang digagas Golkar ini akan dideklarasikan akhir Desember mendatang. “Selain akan mendeklarasikan partai koalisi, pada waktu yang bersamaan kita juga akan mendeklarasikan pasangan calon,” ujarnya.
Seperti diketahui, Golkar sendiri melalui rapat kerjanya beberapa waktu lalu telah menetapkan Tb Iman Ariadi untuk maju dalam pilkada mendatang. Tersiar kabar, Iman akan dipasangkan dengan Sekda Cilegon Edi Ariadi.
Kepada wartawan, Aat mengisyaratkan besarnya peluang Edi mendampingi Iman dalam pencalonan nanti. “Untuk pasangan calon Wakil Walikota masih dibahas. Siapapun kandidat C2 (Wakil Walikota-red) itu harus mengerti birokrasi. Harus ada perpaduan, kalau calon walikotanya politisi, wakilnya kalau bisa orang yang mengerti birokrasi. Semua itu nanti akan ditetapkan dalam rapimdasus (rapat pimpinan daerah khusus-red) akhir Desember nanti,” jelasnya.
Ketua DPD PKS Cilegon Suminto Arianto saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan Golkar. Namun, untuk keputusan berkoalisi pihaknya masih terus mengkajinya. “Semua ada proses. Kita pun sedang melakukan kajian dan pendekatan ke semua parpol sesuai yang diinstruksikan DPP,” katanya.
Salah satu kajian tersebut, kata Suminto, dengan melihat elektabilitas (tingkat keterpilihan-red) calon yang akan diusung. Hasil kajian tersebut, katanya, akan direkomendasi ke DPW dan DPP untuk menentukan sikap. “Kalau Golkar menganggap kita siap berkoalisi, ya tidak apa-apa. Kan itu anggapan, tapi semua masih proses,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Cilegon Ali Mujahidin menanggapi dingin rencana koalisi PKS dengan Golkar. Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Demokrat, PKS, PPP, PDI-P, dan PBB sempat mendeklarasikan adanya koalisi perubahan di Cilegon. Bahkan, sempat muncul ke publik rencana koalisi ini menyusun strategi guna merebut pos-pos penting di kelembagaan eksekutif dan legislatif di Cilegon. “Penjajakan sih sah-sah saja dilakukan partai menjelang pilkada ini. Kan masih ada proses politik internal partai yang harus dilalui,” ungkapnya.
Pihaknya masih optimis, PKS tetap bergabung dengan koalisi perubahan dengan sejumlah partai lainnya. “Kemungkinan bergabung dengan koalisi perubahan masih tetap ada, kita lihat saja nanti,” ujarnya. (del/cr-1)
Sumber : radarbanten.com



