
"Kita mau konsolidasi. Kita harus tahu kordinat supaya membidik dengan jelas, kalau kita tahu sudah di mana, kita lebih mudah mengarahkan," jelasnya.
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengadakan rapat kerja nasional (Rakernas) untuk mengkonsolidasikan kadernya dalam memenangkan pemilu 2014. Salah satu hal yang dibahas adalah mengenai suksesi pimpinan PKS untuk dimunculkan pada Pemilu 2014.
"Saat ini kita sedang membuat rumusan-rumusan yang akan dibawa ke Munas 2010. Kita menentukan figur yang dapat memiliki acceptabilitas yang tinggi di masyarakat," ujar Wasekjen PKS, Mardani saat berbincang dengan detikcom.
Hal itu disampaikannya di sela-sela acara Rakernas di Hotel Atlet Century, Jakarta, Sabtu (10/10/2009).
Selain membahas figur yang akan muncul pada 2014, dalam rakernas ini PKS juga mengevaluasi struktur organisasi, hasil pemilu dan pilkada, proses pendidikan kader dan kepribadian kader. Hasilnya akan dibawa untuk membuat rumusan yang akan dibawa ke Munas 2010.
"Kita mau konsolidasi. Kita harus tahu kordinat supaya membidik dengan jelas, kalau kita tahu sudah di mana, kita lebih mudah mengarahkan," jelasnya.
Ketika ditanya mengenai sejauh ini siapa-siapa saja figur yang sudah muncul, Mardani mengatakan Hidayat Nur Wahid (HNW) masih yang tertinggi.
"Menurut hasil survei internal, HNW paling tinggi 88 persen, kedua Tifatul Sembiring 46 persen, Adhyaksa Dault 45 persen," pungkasnya.
Sumber: www.DetikCom
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengadakan rapat kerja nasional (Rakernas) untuk mengkonsolidasikan kadernya dalam memenangkan pemilu 2014. Salah satu hal yang dibahas adalah mengenai suksesi pimpinan PKS untuk dimunculkan pada Pemilu 2014.
"Saat ini kita sedang membuat rumusan-rumusan yang akan dibawa ke Munas 2010. Kita menentukan figur yang dapat memiliki acceptabilitas yang tinggi di masyarakat," ujar Wasekjen PKS, Mardani saat berbincang dengan detikcom.
Hal itu disampaikannya di sela-sela acara Rakernas di Hotel Atlet Century, Jakarta, Sabtu (10/10/2009).
Selain membahas figur yang akan muncul pada 2014, dalam rakernas ini PKS juga mengevaluasi struktur organisasi, hasil pemilu dan pilkada, proses pendidikan kader dan kepribadian kader. Hasilnya akan dibawa untuk membuat rumusan yang akan dibawa ke Munas 2010.
"Kita mau konsolidasi. Kita harus tahu kordinat supaya membidik dengan jelas, kalau kita tahu sudah di mana, kita lebih mudah mengarahkan," jelasnya.
Ketika ditanya mengenai sejauh ini siapa-siapa saja figur yang sudah muncul, Mardani mengatakan Hidayat Nur Wahid (HNW) masih yang tertinggi.
"Menurut hasil survei internal, HNW paling tinggi 88 persen, kedua Tifatul Sembiring 46 persen, Adhyaksa Dault 45 persen," pungkasnya.
Sumber: www.DetikCom

INILAH.COM, Jakarta - PKS dinilai memerlukan seorang tokoh atau figur sentral untuk bisa memenangi Pemilu 2014 mendatang. Meskipun secara organisatoris partai berbasiskan dakwah ini solid.
"PKS memang perlu memunculkan tokoh ideologi dan mesin partai untuk kepentingan pemenangan Pemilu 2014," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKS di Jakarta, Minggu (11/10).
Menurut Tifatul, tuntutan agar PKS memiliki tokoh atau figur sentral sudah semakin kuat dan mulai terasa dibutuhkan. Selama ini, tuturnya, PKS memang terlalu konsentrasi pada sistem pengkaderan. Sehingga tidak ada yang menjadi tokoh sentral di PKS.
Namun, Tifatul melanjutkan, pada Pemilu 2014 mendatang PKS akan mengusung tokoh yang dianggap mampu. Selain itu, tokoh tersebut harus dipersiapkan dari sekarang dan akan dimulai pada Musyawarah Nasional PKS pada April 2010.
Kepada jajaran kader dan pengurus PKS di seluruh Indonesia, ia mengatakan, untuk mendapatkan citra yang baik dari masyarakat, PKS tidak perlu mengubah karakter yang selama ini sudah dijalankan. Yakni dengan terus memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai hal itu.
Dituturkan dia, Rakernas PKS telah menghasilkan sejumlah rekomendasi dari 33 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) untuk disampaikan pada Munas PKS April 2010, yang terkait dengan target dan program kerja PKS menghadapi Pemilu 2014. [*/jib]
Sumber : www.inilah.com
"PKS memang perlu memunculkan tokoh ideologi dan mesin partai untuk kepentingan pemenangan Pemilu 2014," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKS di Jakarta, Minggu (11/10).
Menurut Tifatul, tuntutan agar PKS memiliki tokoh atau figur sentral sudah semakin kuat dan mulai terasa dibutuhkan. Selama ini, tuturnya, PKS memang terlalu konsentrasi pada sistem pengkaderan. Sehingga tidak ada yang menjadi tokoh sentral di PKS.
Namun, Tifatul melanjutkan, pada Pemilu 2014 mendatang PKS akan mengusung tokoh yang dianggap mampu. Selain itu, tokoh tersebut harus dipersiapkan dari sekarang dan akan dimulai pada Musyawarah Nasional PKS pada April 2010.
Kepada jajaran kader dan pengurus PKS di seluruh Indonesia, ia mengatakan, untuk mendapatkan citra yang baik dari masyarakat, PKS tidak perlu mengubah karakter yang selama ini sudah dijalankan. Yakni dengan terus memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai hal itu.
Dituturkan dia, Rakernas PKS telah menghasilkan sejumlah rekomendasi dari 33 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) untuk disampaikan pada Munas PKS April 2010, yang terkait dengan target dan program kerja PKS menghadapi Pemilu 2014. [*/jib]
Sumber : www.inilah.com

