Sumber di pertemuan mengatakan, sejumlah pertemuan antara Fatah dan Hamas di Kairo telah menghasilkan enam kesepakatan mendasar, terkait rekonsiliasi dalam setiap agendanya.
Koresponden infopalestina di Kairo mengatakan, kesepakatan yang terjadi antara delegasi Hamas yang dipimpin Kholid Misy’al serta gerakan Fatah yang dipimpin Mahmud Abbas telah menghasilkan enam point penting yaitu:
1. Menegaskan tentang keharusan menyukseskan setiap rekonsiliasi dalam setiap agendanya
2. Menyusun panitia pemilihan di Tepi Barat dan Jalur Gaza untuk menyempurnakan daftar pemilih dan ditugasi untuk mengurus agenda dewan nasional
3. Mulai melakukan pembicaraan untuk penyusunan pemerintahan yang dipimpin Mahmud Abbas
4. Setelah sukses melakukan agenda rekonsiliasi bersamaan dengan dicapaikan kesepakatan penentuan waktu pemilihan dewan nasional, dewan parlemen dan presiden.
5. Mengundang seluruh pemimpin elemen bangsa untuk melanjutkan tugas-tugasnya awal bulan depannya serta menetapkan undang-undang dewan nasional
6. Sepakat untuk mengadakan pertemuan lanjutan pada pecan depan untuk mengatur waktu pelaksanaanya di kalangan faksi-faksi Palestina.
Sumber: islampos.com
Pantas saja rakyat Gaza berpesta setelah gencatan senjata dengan Israel. Meski ada 162 warga Gaza yang tewas, namun beberapa roket Hamas berhasil menembus Kubah Besi antimisil milik Israel yang canggih dan mahal.
Selama delapan hari perang udara itu, Kubah Besi Israel menghabiskan biaya antara US$25 juta sampai US$30 juta atau lebih dari Rp240 miliar. Pemerintah Israel sendiri mengakui, teknologi buatan Amerika Serikat ini memang mahal namun Israel berpendapat sepadan dengan kinerjanya.
"Jika Kubah Besi diperdagangkan di bursa saham (Tel Aviv) atau Nasdaq, harganya akan berlipat ganda beberapa kali," kta Menteri Pertahanan Sipil Israel, Avi Dichter, saat diwawancara Radio Israel.
Dengan misil penyergap yang dipandu radar, lima Kubah Besi Israel berhasil merontokkan 421 dari 1.500 roket yang diluncurkan dari Jalur Gaza antara 14 November sampai gencatan terjadi pada Rabu 21 November lalu. Angka kesuksesan kinerjanya 90 persen karena tidak semua roket dari Gaza dilumpuhkan, hanya yang kira-kira menyasar kawasan berpopulasi.
Dan selama delapan hari itu, hanya 5 orang korban jiwa di pihak Israel, meski ada puluhan yang terluka, menurut polisi Israel. Tiga orang tewas di pantai Ashdod ketika Kubah Besi di sana sedang tak berfungsi dengan baik.
Meski terkesan besar biaya yang dikeluarkan, jika roket-roket Hamas itu berhasil mencapai sasaran di Tel Aviv, maka kerugian Israel bisa mencapai US$380 juta per hari atau 150% lebih besar dari biaya yang dikeluarkan untuk Kubah Besi beroperasi selama delapan hari. Jika begini yang terjadi, Israel bisa saja melakukan agresi darat ke Jalur Gaza untuk menghindari kerugian lebih jauh.
Mengingat vitalnya peran Kubah Besi ini, Amerika Serikat berencana untuk membantu lebih banyak. Presiden AS Barack Obama menjanjikan bantuan lebih lanjut. Israel menyatakan, butuh 13 baterai Kubah Besi untuk menjamin keamanan nasional. Harga satu unit sekitar US$50 juta atau Rp450 miliar.
Roket-roket Gaza ini merupakan karya Iran bernama Fajr-5s dengan jangkauan 75 kilometer dan hulu ledak 175 kilogram, meski Hamas menyatakan mereka menggunakan varian Gaza yang disebut "Qassam M-75". Iran sendiri membantah menyuplai roket ke Gaza.
Lalu bagaimana dengan kondisi Gaza? Selain korban 162 jiwa dan ratusan orang luka-luka, Gaza mengalami kerusakan fisik yang luar biasa. Seorang ekonom lokal, Omar Shaban, memperkirakan kerugian material mencapai US$250 juta atau lebih dari Rp2,4 triliun. Shaban berharap negeri yang bersimpati macam Qatar dan Turki mau membantu Gaza bangkit lagi.
Sumber: viva.co.id
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG---Sebanyak 300 relawan dari unsur kepanduan Partai Keadilan Sejahtera Jawa Tengah menyatakan kesiapannya untuk diberangkatkan ke Jalur Gaza, Palestina, untuk melawan pasukan Israel.
Kesiapan tersebut dinyatakan ratusan relawan seusai menggelar apel siaga di sekitar bundaran bekas air mancur di Jalan Pahlawan Semarang, Rabu.
Ketua Bidang Kepanduan dan Olahraga DPW PKS Jateng Amir Darmanto mengatakan bahwa ratusan relawan yang menamakan Relawan Indonesia untuk Gaza ini siap diberangkatkan untuk membantu masyarakat dan pejuang Palestina.
"Para relawan yang telah memperoleh izin dari keluarga masing-masing ini telah ditempa secara fisik dan mental dalam berbagai medan serta memiliki keterampilan bela diri," katanya.
Menurut dia, ratusan relawan yang siap membantu langsung rakyat Palestina itu mempunyai berbagai keahlian yang mungkin diperlukan selama di Jalur Gaza.
"Keahlian tersebut di antaranya adalah tenaga medis, ahli bangunan, ahli mesin, juru dakwah, juru masak, dan sopir," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Amir mendesak pemerintah Indonesia berperan aktif membantu masyarakat Palestina yang dijajah oleh Israel.
"Peran aktif tersebut jangan hanya retoris belaka, namun dengan terjun langsung membantu rakyat Palestina di medan perang seperti yang telah dilakukan pemerintah Mesir dan Turki," ujarnya.
Amir juga meminta pemerintah agar memfasilitasi para relawan yang bersedia membantu rakyat palestina secara langsung.
Meskipun belum mengetahui kepastian berangkat ke Jalur Gaza, Amir telah meminta ratusan relawan selalu siap siaga untuk dikirim ke medan perang.
Usai menggelar apel siaga, beberapa relawan terlihat menginjak-injak bendera Israel dan kemudian membakarnya.
Sumber: republika.co.id




